Sambut Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Ye Su Bikin Shufa

Sambut Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Ye Su Bikin Shufa

KONJEN TIONGKOK YE SU (tiga dari kanan) berdiri di sebelah Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menabuh tambur dalam Festival Imlek Vaganza Harmoni pada Sabtu malam, 15 Februari 2026.Nusantara-Boy Slamet-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Festival Imlek Vaganza Harmoni Nusantara di Kelenteng Sam Poo Kong tahun ini diwarnai banyak hal istimewa. Yang pertama, karena berbarengan dengan awal Ramadan, perayaan Imlek digelar lebih awal.

Hal istimewa kedua adalah hadirnya Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok di Surabaya Ye Su di Kelenteng tertua Semarang yang berdiri sejak 1724 itu. Sedangkan, keistimewaan lainnya adalah Kota Lumpia itu akan menjadi tuan rumah perayaan Imlek skala nasional tahun depan. 

"Seluruh warga harus membiasakan diri menyambut tamu dengan keramahan dan kreativitas," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada Minggu malam, 15 Februari 2026.

Tahun ini, Festival Imlek di Sam Poo Kong tak ubahnya pesta rakyat. Sejak pukul 18.00 WIB, tiket masuk digratiskan. Alhasil, tiga ribuan warga memadati Kelenteng

BACA JUGA:Jelang Imlek, Dupa Jadi Buruan! Tradisi Sakral yang Tak Pernah Hilang

BACA JUGA:5 Kue yang Wajib Ada Saat Imlek dan Maknanya di Tahun Kuda Api


BARONGSAI di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, menghibur para pengunjung pada Sabtu, 15 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Area di depan panggung hiburan penuh sesak. Memang, perayaan Imlek harus bisa dirasakan semua kalangan, bukan satu golongan saja. Itulah indahnya Semarang. Kota toleran dan guyub rukun, seperti tertulis pada slogannya.

Perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong kali ini juga membawa berkah bagi sekitar 250 pelaku UMKM yang ikut meramaikan perayaan. Tingginya jumlah pengunjung, membuat dagangan mereka laris. "Kalau tradisi Imlek hidup, ekonomi bergerak, masyarakat pun bahagia," imbuh Agustina.

Ketua Yayasan Sam Poo Kong Mulyadi Setia Kusuma mengklaim kunjungan wisatawan naik dalam rangka Imlek Vaganza Harmoni Nusantara. Salah satu daya tariknya adalah kaligrafi Tiongkok (shufa). "Kaligrafi itu bernilai tinggi jika dijual. Apalagi yang ditulis langsung oleh Konjen Tiongkok," ujar Mulyadi. 

Minggu siang itu, Ye Su menggoreskan Aksara Hanzi dengan kuas dan tinta hitam di atas kertas merah. Di kelenteng, Ye Su menulis shufa dengan kuas dan tinta hitam di atas kertas merah. Tulisan dalam Aksara Hanzi itu kemudian dibagikan sebagai simbol keberuntungan. Yang ia tuliskan adalah doa keselamatan, rezeki, dan keberuntungan. 

BACA JUGA:Cara Membuat Kue Ku (Ang Ku Kueh) Lembut dan Kenyal Untuk Sajian Imlek 2026

BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru


KONJEN TIONGKOK YE SU menuliskan shufa di stan Konsulat Jenderal Surabaya di Kelenteng Sam Poo Kong.-Boy Slamet-Harian Disway

Ye Su memilih untuk merayakan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong karena makna historisnya. Anda sudah tahu, kelenteng tersebut merupakan tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho ketika berlayar ke Asia Tenggara pada abad ke-15. 

Artinya, Semarang sudah jadi simbol persahabatan rakyat kedua negara sejak lama. ”Karena itu, kami memilih Semarang,” kata Ye Su kepada Harian Disway. Ia senang melihat antusiasme masyarakat dalam merayakan Tahun Baru Imlek. 

Apalagi, pemerintah Indonesia juga mengakui Imlek sebagai perayaan resmi di tingkat negara. Maka, di daerah-daerah pun, Imlek dirayakan. “Saya percaya Imlek bisa menjadi simbol budaya yang mendorong hubungan kedua negara semakin maju,” ujarnya.

Mulyadi mengatakan bahwa Imlek memang harus dipandang secagai perayaan nasional. “Perayaan ini milik seluruh rakyat Indonesia, bukan satu golongan saja,” ucapnya. 

BACA JUGA:Perilaku Digital Warnai Imlek Zaman Now: Kirim Angpao Online, Checkout Bingkisan via Promo

BACA JUGA:7 Ide Hampers Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Harga Mulai Rp100 Ribuan


AKSI LIONG kelompok Nacha Dharma Semarang dalam Festival Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang pada Minggu, 15 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Yayasan Sam Poo Kong sudah merayakan Imlek hampir 20 tahun. Selama ini, perayaannya sederhana. ”Baru kali ini digelar lebih meriah. Ini berkat dukungan Pemkot Semarang dan kehadiran Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya. Ini istimewa,” kata Mulyadi.

Menurutnya, kehadiran Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya memberi warna baru pada perayaan Imlek di Semarang. Apalagi mereka datang dengan membawa suvenir untuk masyarakat Semarang. ”Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Yang penting bukan jumlah atau harganya, tetapi niat baik untuk berbagi,” ujar Mulyadi. 

Minggu pagi hingga malam itu, keguyuban mendominasi Festival Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. Selain umat yang merayakan Imlek, warga sekitar kelenteng di Jalan Simongan Nomor 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, itu juga berdatangan untuk meramaikan acara. 

Stan yang berada tak jauh dari pintu masuk kelenteng menarik perhatian sejak pagi. Stan itu milik Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya. Mereka hadir perdana dalam festival Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong. 

BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Singkirkan 7 Benda Pembawa Sial Ini dari Rumah, Agar Energi Baik Datang

BACA JUGA:Semarakkan Imlek, Pemkot Buka Kawasan Kya-Kya Surabaya Selama Tiga Hari

Penjaga stan mengajak para pengunjung kelenteng mem-follow akun media sosial Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya. Sebagai imbalan, mereka memberikan suvenir berupa kaus putih bergambar panda. Juga, pin khusus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok.

“Kapan hubungan diplomasi dua negara mulai terjalin,” tanya penunggu stan. Siapa pun yang bisa menjawab berhak atas hadiah. Antara lain, buku, stiker hiasan Imlek, bolpoin, boneka panda, dan kalender masehi dengan desain khas Imlek. 

Stan Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya itu dibingkai pernak-pernik khas Negeri Panda. Dominasinya tetap warna merah dan ornamen khas Imlek. Ada peraga bergambar karakter kuda sampai naga. Peraga itu bisa diwarnai anak-anak. Gratis. 

Leo Lin Zhiyuan, 10, dan adiknya, Sophia Lin Zhiyuan, 7, datang dari Jakarta untuk merayakan Imlek. Mereka serius mewarnai dengan spidol warna-warni. Sesekali mereka saling menunjukkan hasil gambar, lalu tertawa kecil.


ANAK-ANAK menggambar dan mewarnai di stan Konjen Tiongkok Surabaya pada Minggu, 15 Februari 2026. Leo Lin Zhiyuan dan adiknya beraktivitas di sana. -Boy Slamet-Harian Disway 

BACA JUGA:Persiapan Libur Imlek, Update Tarif Tol Trans Jawa 2026 dan Titik Rest Area yang Nyaman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: