Ramadan Tiba, Berikut Dampak Positif Puasa yang Perlu Diketahui

Ramadan Tiba, Berikut Dampak Positif Puasa yang Perlu Diketahui

Di balik sahur dan berbuka, tersimpan manfaat besar bagi kesehatan dan spiritualitas.-Diamond Dogs-iStockphoto.com

HARIAN DISWAY - Ramadan selalu datang membawa perubahan. Yang berubah bukan hanya jadwal makan dan tidur, tetapi juga cara menjalani hidup sehari-hari.

Bulan Suci mengajak semua orang melambat. Umat diajak menahan diri dan lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi, dilakukan, dan dipikirkan.

Puasa tidak dipandang sebagai kewajiban ibadah belaka, melainkan juga momentum untuk memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh.

Di balik rasa lapar dan dahaga yang ditahan sejak fajar hingga magrib, tersimpan beragam manfaat yang kerap luput disadari. Mulai dari penguatan spiritual, hingga pengaruhnya terhadap hubungan sosial. 

BACA JUGA:Catat! Ini Konsekuensi Telat Bayar Utang Puasa Tahun Kemarin sampai Masuk Bulan Ramadan

BACA JUGA:Marah-Marah saat Puasa? Hati-Hati, Bisa Kurangi Pahala! Begini Tip Jaga Emosi


RAMADAN menjadi waktu terbaik untuk reset pola hidup dan memperkuat ketakwaan.-RealisticFilm-iStockphoto.com

Puasa Ramadan menyimpan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan modern. Yang paling muda dicermati adalah nilai-nilai fisik.

Puasa adalah laku yang bagus bagi kesehatan. Salah satu dampak langsung berpuasa adalah keluhan kesehatan yang berkurang.

Namun, puasa tidak hanya punya nilai-nilai fisik, melainkan juga spiritual. Lalu, apa saja sebenarnya efek positif puasa selama Ramadan yang bagus untuk kesehatan mental?

Laman prudentialsyariah menyebutkan sejumlah menfaat puasa bagi kesehatan fisik, spiritual, dan hubungan sosial sehari-hari. Berikut di antaranya:

BACA JUGA:Tip Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan 2026

BACA JUGA:Orang Tua Wajib Tahu! Camilan Sehat untuk Anak saat Belajar Puasa


BERBUKA setelah menahan lapar seharian, meraih manfaat menyeluruh bagi tubuh, jiwa, dan hubungan sosial. -AJ_Watt-iStockphoto.com

Manfaat Spiritual Puasa Ramadan:

1. Menguatkan Ketakwaan

Puasa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsu.

Selain itu, puasa juga mengajak umat untuk memperbanyak doa dan melakukan refleksi diri demi meningkatkan kualitas iman.

2. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum membersihkan hati dan meluruskan niat. Fokus beribadah yang lebih intens membantu memperdalam kekhusyukan dan memperbaiki hubungan spiritual.

3. Melatih Kesabaran dan Ketaatan

Menjalani puasa mengajarkan disiplin dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Proses ini membentuk karakter yang lebih sabar, tangguh, dan taat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Sering Ngantuk Saat Puasa? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

BACA JUGA:6 Aktivitas Sederhana setelah Sahur Agar Tetap Produktif Saat Puasa

Manfaat Sosial Puasa Ramadan:

1. Menumbuhkan Empati

Rasa lapar saat berpuasa membuat seseorang lebih memahami kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Dari sini, muncul kepekaan sosial yang lebih kuat.

2. Mendorong Semangat Berbagi

Ramadan identik dengan peningkatan aktivitas sosial dan amal. Banyak orang terdorong untuk bersedekah, berbagi makanan, atau membantu secara finansial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

3. Mempererat Kebersamaan

Tradisi buka puasa dan sahur bersama menjadi momen yang memperkuat hubungan keluarga, pertemanan, dan lingkungan sekitar. Interaksi yang terjalin selama Ramadan membantu membangun solidaritas dan kedekatan dalam komunitas.

Dari penjelasan diatas, puasa Ramadan bukan hanya sekadar rutinitas tahunan yang dijalani selama sebulan penuh.

BACA JUGA:Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda, Indonesia hingga Timur Tengah Tak Serentak

BACA JUGA:Penentuan Awal Puasa Selalu Berpotensi Beda, Komika Mal Jupri: Lihat Hilal Ada Anggarannya

Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan proses pembelajaran yang menyentuh banyak sisi kehidupan mulai dari kesehatan tubuh, kedewasaan spiritual, hingga kepedulian sosial.

Ramadan menjadi momentum untuk memperlambat langkah, mengevaluasi diri, dan memperbaiki kebiasaan yang selama ini terabaikan.

Jika dijalani dengan kesadaran dan keseimbangan, puasa bukan hanya memberi manfaat sesaat, tetapi juga membentuk pola hidup yang lebih sehat, sabar, dan penuh empati bahkan setelah Ramadan usai. (*)

*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: prudentialsayriah.co.id