Profesor Universitas NU
PENULIS bersama Prof Dr Drs Mohamad Yusak Anshori MM dan Rektor Unusa Prof Dr Ir Triyogi Yuwono.-Arif Afandi untuk Harian Dsiway-
Pemikiran baru Yusak itu bergayung sambut dengan Rektor Triyogi. Dalam sambutannya, ia melihat pemikiran Yusak tersebut sebagai instrumen praktis bagi transformasi di universitas yang dipimpinnya. Sebab, ia tak ingin mencetak lulusan yang hanya unggul secara teknis, tapi rapuh secara mental.
Yang pasti, Yusak tak hanya mencetak sejarah bagi orang tuanya yang memberinya nama Ansori. Tapi, juga bagian sejarah dari Unusa yang belum sampai satu setengah dekade berdiri. Menjadi yang pertama orang dalam yang mencapai puncak jabatan akademik tertinggi.
Ia telah berhasil menjadi guru besar di kampus itu. Bukan sekadar guru besar naturalisasi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: