Dahlan Iskan: Indonesia Tidak Bangkrut, Tapi Mulai Komplikasi, Pemerintah Tak Perlu Malu Revisi Program

Dahlan Iskan: Indonesia Tidak Bangkrut, Tapi Mulai Komplikasi, Pemerintah Tak Perlu Malu Revisi Program

Dahlan Iskan menegaskan Indonesia tidak bangkrut, namun sedang menghadapi komplikasi ekonomi akibat gejolak global dan menyarankan pemerintah merevisi program.-YouTube DI'sway-

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan secara tegas menepis kekhawatiran publik mengenai bayang-bayang kebangkrutan yang tengah mengancam Republik Indonesia. 

Kendati demikian, dalam diskusi pagi program DisMorning di kanal YouTube DI's Way, ia memberikan peringatan serius bahwa Indonesia saat ini resmi memasuki fase kritis berupa jepitan komplikasi ekonomi. 

Menurut analisisnya, situasi pelik yang dihadapi oleh kabinet Presiden Prabowo Subianto hari ini tidak sepenuhnya bersumber dari dalam negeri. Melainkan akibat perubahan drastis pada lanskap geopolitik global yang mengacaukan kalkulasi anggaran domestik secara masif.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Bahas Ketimpangan Fiskal di Top Regional Leader Awards 2026, Sentil Sinergi Total Pusat-Daerah

BACA JUGA:Dahlan Iskan Beber Penyebab Rupiah Merosot, Sebut Momen Pertaruhan Besar bagi Prabowo

Dahlan memaparkan bahwa pada saat Presiden Prabowo dilantik dan mulai mencanangkan serangkaian program raksasa, ekosistem ekonomi dunia sebenarnya masih berada dalam kondisi yang relatif normal. 

Perang di Ukraina memang sempat menaikkan harga gandum, namun dampaknya dinilai masih dalam batas-batas yang bisa dikelola dengan baik. 

Titik balik krisis baru bermula ketika pecah eskalasi militer mendadak di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang kemudian memicu lonjakan harga energi mentah global secara signifikan dan berlarut-larut.

“Ketika perencanaan-perencanaan besar yang hebat-hebat itu dicanangkan kan belum ada perang itu. Nah tetapi kemudian kan terjadi perang dan semuanya berubah,” jelas founder Disway Group itu.

BACA JUGA:BEM UI Kerahkan 15 Bus Geruduk Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan untuk Presiden Prabowo!

BACA JUGA:Rupiah Anjlok, Perbankan Nasional Dihadapkan Risiko Kredit Macet

Mau tak mau, Indonesia yang tidak ada urusan dengan itu pun terganggu. Terutama dengan harga energi yang naik drastis. Kemudian pengaruhnya merembet ke hampir seluruh sektor.

“Sehingga kalau toh ada suara Indonesia bangkrut, itu tidak sepenuhnya sebetulnya salahnya pemerintah,” imbuhnya.

Akibat perubahan situasi global yang dikategorikan sebagai keadaan memaksa atau force majeure itu, ruang fiskal negara menjadi sangat terbatas. Sementara ekosistem program prioritas nasional sudah terlanjur berjalan secara masif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: