Dahlan Iskan: Indonesia Tidak Bangkrut, Tapi Mulai Komplikasi, Pemerintah Tak Perlu Malu Revisi Program

Dahlan Iskan: Indonesia Tidak Bangkrut, Tapi Mulai Komplikasi, Pemerintah Tak Perlu Malu Revisi Program

Dahlan Iskan menegaskan Indonesia tidak bangkrut, namun sedang menghadapi komplikasi ekonomi akibat gejolak global dan menyarankan pemerintah merevisi program.-YouTube DI'sway-

Puncak dari kekhawatiran yang diuraikan oleh Dahlan Iskan adalah mengenai mata rantai bahaya dari fenomena "komplikasi ekonomi" yang kini gejalanya mulai tampak di permukaan. 

Ia mengidentifikasi bahwa keputusan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini merupakan indikasi kuat dari hadirnya komplikasi pertama. 

BACA JUGA:Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax Mulai 10 Juni 2026, Beriktu Daftar Harga BBM Terbaru!

BACA JUGA:Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Rp4000, Pertamina: Sudah Sesuai Regulasi!

Jika rentetan itu tidak segera dihentikan, pelemahan nilai tukar rupiah akan memperparah biaya impor bahan baku industri. Termasuk komoditas pangan pokok sensitif seperti kedelai, yang pada akhirnya akan mengerek angka inflasi serta mengancam stabilitas ketahanan pangan rakyat.

"Komplikasi kedua karena kurs rupiah tidak bisa dikendalikan, maka impor-impor mahal, harga kedelai mahal, tahu mahal, tempe mahal... Nah sekarang komplikasi pertama sudah terjadi yaitu harga BBM naik. Apakah akan ada komplikasi berikutnya? 

Sebagai solusi konkret mutakhir, Dahlan Iskan mendesak agar pemerintah menerapkan prinsip meritokrasi murni tanpa kompromi dalam menyaring para eksekutor program strategis nasional. 

Penunjukan jajaran pimpinan lembaga krusial, baik di BGN maupun KDMP, harus didasarkan penuh pada rekam jejak manajerial yang kokoh serta stabilitas kondisi psikologis. 

Bukan atas dasar kepangkatan formal, kedekatan personal, maupun kemampuan presentasi semata. Melalui langkah tersebut, pemerintah diharapkan mampu memenangkan perlombaan melawan waktu demi menuntaskan konsolidasi internal sebelum rambatan komplikasi ekonomi bergulir menjadi bola salju yang sulit dikendalikan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: