Imlek, Perkembangan Lintas Zaman dan Lintas Negara
AKSI LIONG kelompok Nacha Dharma Semarang dalam Festival Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang pada Minggu, 15 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Hidangan khas berupa tangyuan atau bola ketan manis disajikan. Sebagai simbol persatuan di antara keluarga.
BACA JUGA:Cara Membuat Kue Ku (Ang Ku Kueh) Lembut dan Kenyal Untuk Sajian Imlek 2026
BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru
Meski dirayakan luas di Tiongkok, Imlek memiliki variasi regional. Wilayah utara lebih identik dengan dumpling.
Sementara selatan memilih kue beras atau tangyuan. Tradisi unik seperti pertunjukan tari seribu topeng di Sichuan juga memperkaya keberagaman budaya tersebut.
Di luar Tiongkok, Imlek dirayakan meriah di berbagai negara. Seperti Malaysia, Singapura, Indonesia, hingga Amerika Serikat. Juga negara-negara Eropa. Perayaan ini menjadi jembatan dialog antarbudaya. Pun, memperkuat semangat toleransi global.

KONJEN TIONGKOK YE SU (tiga dari kanan) berdiri di sebelah Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menabuh tambur dalam Festival Imlek Vaganza Harmoni pada Sabtu malam, 15 Februari 2026.Nusantara-Boy Slamet-Harian Disway
Di era modern, Imlek turut beradaptasi dengan teknologi. Angpao digital jadi tren. Dikirim melalui aplikasi seluler. Belanja daring kini melengkapi tradisi konvensional.
BACA JUGA:Perilaku Digital Warnai Imlek Zaman Now: Kirim Angpao Online, Checkout Bingkisan via Promo
BACA JUGA:7 Ide Hampers Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Harga Mulai Rp100 Ribuan
Meski begitu, terdapat nilai inti dalam Imlek. Tak pernah berubah. Yakni kebersamaan keluarga, penghormatan pada leluhur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Sebagai warisan budaya dunia, Imlek adalah simbol identitas, harmoni, dan kesinambungan tradisi. Ia terus hidup di tengah perubahan zaman. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily