Mantan Asisten Pelatih MU Ungkap Alasan Ronaldo dan Ten Hag Berseteru
Mantan staf Manchester United ungkap konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag dipicu perbedaan soal tugas pressing.-Adrian Dennis-Getty Images
HARIAN DISWAY - Steve McClaren, mantan asisten pelatih Manchester United, mengungkap alasan utama di balik retaknya hubungan antara Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo pada 2022.
Menurutnya, perbedaan pandangan terjadi karena persoalan pressing. Itu menjadi pemicu konflik. Berujung pada hengkangnya sang megabintang dari Old Trafford.
Di bawah kepemimpinan Ten Hag, Ronaldo beberapa kali dicadangkan. Situasi itu memanas. Apalagi ketika sang pemain secara terbuka mengkritik pelatih asal Belanda tersebut.
Pada akhirnya, Man United dan Ronaldo sepakat mengakhiri kontrak lebih awal. Setelah itu, Ronaldo melanjutkan karier ke Al Nassr.
BACA JUGA:Erik ten Hag Ucapkan Terima Kasih kepada Fans Manchester United
BACA JUGA:Kenangan Indah Erik ten Hag di Manchester United, Carabao Cup 2023 dan FA Cup 2024
McClaren mengisahkan bahwa perdebatan itu kerap terjadi saat latihan. Ten Hag menuntut Ronaldo menjadi pemain pertama yang melakukan pressing. Terutama saat tim kehilangan bola.

Mantan staf Manchester United ungkap konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag dipicu perbedaan soal tugas pressing.-Geoff Caddick-Getty Images
“Yang diinginkan Erik sederhana: kamu adalah penekan pertama. Lakukan satu atau dua kali lari pressing. Mungkin tiga jika perlu. Lalu kembali ke posisi tengah untuk siap menerima bola,” jelas McClaren.
Ten Hag bahkan mewanti-wanti Ronaldo. Jika ia tidak menjalankan instruksi tersebut, maka ia tidak akan dimainkan. Bagi Ten Hag, aturan berlaku sama untuk semua pemain. Tak peduli reputasinya.
McClaren menilai banyak pelatih lain mungkin akan mengakomodasi pemain sebesar Ronaldo. Tetapi Ten Hag tetap teguh pada prinsipnya.
BACA JUGA:Man United Siapkan Manuver Kejutan untuk Gaet Mac Allister dari Liverpool
BACA JUGA:Man United Pantau Federico Dimarco dan Pierre Kalulu di Derby d’Italia
Situasi itu berubah menjadi semacam kebuntuan. Tidak ada yang mengalah. Hingga akhirnya pelatih yang menang.
Ronaldo Merasa Tak Dipahami, Filosofi Jadi Penghalang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated