Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI untuk Literasi Digital
Menko PMK Pratikno bersama CEO Dicoding Narenda Wicaksono.-Istimewa-
HARIAN DISWAY - Dicoding bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meluncurkan platform bijakcerdas.Dicoding.com untuk memperkuat literasi digital dan kecerdasan artifisial masyarakat Indonesia, Rabu, 19 Februari 2025.
Peluncuran platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI ini dilatarbelakangi meningkatnya adopsi artificial intelligence di Indonesia, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial yang mencapai 66 persen berdasarkan Survei APJII 2025. Kondisi tersebut mendorong urgensi penggunaan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Sebagai perusahaan yang telah mengedukasi talenta teknologi selama 11 tahun, Dicoding mendapat kepercayaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk mengembangkan web belajar Bijak Cerdas. Platform ini dirancang agar anak, guru, dan orang tua memperoleh informasi edukatif menyeluruh terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bijak sekaligus dapat memeriksakan kesehatan digital mereka.
Situs microlearning tersebut berbentuk massive open online course yang dapat diakses gratis oleh masyarakat luas. Bertepatan dengan Hari Keamanan Berinternet 10 Februari 2026, Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono, menegaskan komitmen perusahaannya dalam memperkuat fondasi literasi digital nasional.
BACA JUGA:Xcode 26.3 Hadirkan Agentic Coding, Apple Gandeng OpenAI dan Anthropic
BACA JUGA:Coding untuk Anak Usia Dini, Aktivitas Fisik dan Mainan Digital yang Seru
“Melalui ruang belajar digital ini, Dicoding berfokus memperkuat fondasi literasi digital dan AI untuk masyarakat Indonesia. Melengkapi misi pengembangan talenta digital kami sejak 2015, kehadiran platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI diharapkan membantu masyarakat untuk sadar menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Menko PMK, Praktino, menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi kecerdasan artifisial. Menurutnya, AI dapat membawa manfaat besar apabila dimanfaatkan secara tepat.
“Penggunaan AI itu penting. Tetapi, kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya. Untuk itu, menggandeng Dicoding sebagai perusahaan edukasi teknologi yang sudah berpengalaman, kami di Kemenko PMK meluncurkan platform Bijak Cerdas ini agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” tegasnya.
Platform ini terealisasi melalui kolaborasi Deputi IV Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Deputi I Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, serta Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional. Dukungan juga datang dari Day of AI Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dalam pengembangan serta peninjauan materi ajar.

Tangkapan laman beranda platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI.-Istimewa-
Bijak Cerdas dilengkapi fitur Cek Kesehatan Digital untuk dewasa sebagai alat ukur kecakapan, keamanan, dan etika digital. Selain itu, pengguna yang login dengan akun Dicoding dapat menyimpan progres belajar serta memperoleh lencana digital sebagai bentuk apresiasi capaian pembelajaran.
Ke depan, Dicoding dan Kemenko PMK bersama para pemangku kepentingan akan melakukan sosialisasi kepada anak, guru, dan orang tua agar ruang belajar digital ini dimanfaatkan secara luas demi penguatan SDM unggul di era AI dan disrupsi teknologi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: