Trump Mau Apa sih?
ILUSTRASI Trump Mau Apa sih? -Arya/AI-Harian Disway-
Awalnya pede. Kaca diturunkan. Gas disentuh pelan. Ngeeeng. Eh, setir meleset sedikit. Setengah jengkal saja. Sreeet. Bumper serat karbonnya nyenggol tembok jemuran warga. Lecet dan beset.
Posisinya mendadak konyol. Menggelikan. Maju, mentok pot tanaman warga. Mundur, gengsi dong. Masak supercar mundur. Apalagi, warga satu RT sudah telanjur keluar rumah bawa handphone. Menonton. Merekam arogansi itu.
Trump terjebak di titik itu. Ia bawa mainan kebesaran ke ruang kesempitan. Membangun momentum militer itu gampang. Mengeremnya yang setengah mati.
Di gang sempit Teluk Persia itu, satu saja drone salah tembak, perang meledak. Kalau sudah meledak, gengsi politik tak bisa lagi meredamnya.
SINDROM GUNTING PITA
Lantas, apa end-game dari si bos itu? Sederhana: Trump itu developer properti. Bukan ilmuwan. Ia alergi detail.
Coba kasih ia laporan soal sentrifus nuklir. Atau, tabel pengayaan uranium. Atau, laporan intelijen tebal penuh catatan kaki. Dijamin ia cepat ngantuk.
Yang ia kejar cuma satu: momen gunting pita.
Mindset-nya adalah mindset potong pita peresmian gedung. Ia ingin berdiri di podium bergengsi. Pakai dasi merah menyala. Lampu kamera jepret-jepret. Bersalaman dengan pemimpin Iran.
Lalu, pidato lantang: ”Konflik puluhan tahun selesai! Pendahulu saya gagal. Saya sukses besar!”
Ia tidak butuh mekanisme resolusi yang rumit. Ia butuh piala. Butuh foto bagus untuk baliho kampanye dan buku sejarah.
Masalahnya, lawan bicaranya adalah bangsa Persia. Bangsa penemu ilmu hitung. Kalau urusan negosiasi, mereka ini ibarat pedagang karpet tua yang legendaris. Sangat teliti. Rigid. Setiap simpul karpet dihitung. Setiap benang diperiksa.
Mereka tahu persis Trump butuh foto ”Gunting Pita” itu. Dan, foto sekelas itu tidak dijual murah. Iran menuntut jaminan teknis yang sangat detail. Syaratnya berderet panjang. Trump maunya instan. Hari ini bayar, besok launching acara.
Di situlah negosiasi bisa macet total. Buntu.
BAKU HANTAM TIGA KAKI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: