Trump Mau Apa sih?
ILUSTRASI Trump Mau Apa sih? -Arya/AI-Harian Disway-
Satu dekade lalu, mereka ini suporter paling berisik. Teriak-teriak memprovokasi agar AS menghancurkan Iran. Sekarang? Mereka yang paling sibuk bawa air putih, jadi juru damai.
Lho, kok putar haluan? Pangeran Arab kok mendadak kalem? Sebab, mereka sedang kena demam penyakit baru: sultan digital.
Riyadh dan Abu Dhabi sedang membangun visi masa depan. Mereka sadar minyak bumi bakal habis. Mereka tidak mau lagi murni jualan minyak. Mereka ingin jadi ibu kota artificial intelligence (AI) dan cloud computing sedunia.
Ratusan miliar dolar digelontorkan. Mereka merayu raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan Google agar mau menanam data center dan kabel serat optik di bawah padang pasir mereka.
Mendadak, para sultan itu sadar realitas pahit: Amazon tidak akan sudi menaruh server triliunan rupiah di zona perang. Titik.
Rudal adalah racun investasi. Pajak instabilitas terlalu mahal. Satu saja peluru nyasar meledak di Teluk Persia, mimpi menjadi Silicon Valley Timur Tengah akan ambyar. Bubar jalan.
Maka, merekalah yang kini diam-diam memegangi tangan Trump erat-erat. Berbisik panik tapi sopan: ”Bos, please jangan tembak-tembakan di sini. Server kami belum lunas.”
MAINAN BARU
Jadi, ujung-ujungnya bagaimana? Peluangnya 50-50. Menghitung nasib dunia sekarang itu sama konyolnya dengan melemparkan koin ke atas genting. Jawabannya persis tebakan dukun dadakan. Sama saja dengan melemparkan koin seribuan ke udara. Jatuh angka, rudal beterbangan. Jatuh gambar, semua damai. Murni untung-untungan.
Bisa kiamat kecil. Sebab, Teluk Persia sudah terlalu sesak oleh moncong meriam dan ego yang sama-sama besar. Bisa juga Israel menyerang sendirian karena kebelet. Mungkin juga ada damai transaksional. Sebab, Trump takut kehilangan suara pemilih dan para sultan Arab takut kehilangan server AI-nya.
Tapi, di luar hitungan akademis yang kaku itu, sejarah mencatat satu teori terakhir. Yang paling jenaka. Yakni, teori mainan baru.
Ingat, Trump itu ternyata gampang bosan. Fokusnya loncat-loncat. Macam kupu-kupu hinggap di bunga.
Hari ini ia ngotot dan ribut soal Iran. Tapi, jika pekan depan mendadak ada analisis strategis eksistensial baru di belahan dunia lain atau ada skandal politik domestik yang jauh lebih viral di media sosial, ia bisa langsung lupa pada Teluk Persia.
Begitu ada ”mainan baru” yang lebih mengilap, armadanya akan disuruh pulang. Selesai urusan.
Di trotoar Ubud, turis bule itu akhirnya deal. Sewa motor jalan terus. Negosiasi receh ditutup dengan jabat tangan dan senyum lega Bli pemilik Vario.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: