Memaknai Puasa dari Keteladanan Rabi’ah al-Adawiyah, Sufi Pelopor Cinta Ilahi

Memaknai Puasa dari Keteladanan Rabi’ah al-Adawiyah, Sufi Pelopor Cinta Ilahi

Rabi’ah al-Adawiyah mengajarkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi wujud cinta Ilahi melalui keikhlasan, ibadah, dan penyucian hati dalam kehidupan sehari-hari.-qissagaar-pinterest

HARIAN DISWAY - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah inspiratif. Termasuk dari para tokoh sufi. Banyak dari mereka yang menekankan makna spiritual di balik ibadah puasa.

Sosok sufi perempuan legendaris dari Basrah, Rabi'ah Al-Adawiyah, menjadi figur yang kerap dikenang. Karena keteladanan dan kedalaman cintanya kepada Allah.

Dalam sejarah tasawuf, Rabi’ah dikenal sebagai salah seorang tokoh yang membawa pendekatan baru. Khususnya dalam memahami hubungan manusia dengan Tuhan.

Rabi'ah menempatkan cinta sebagai inti dari seluruh praktik ibadah. Termasuk puasa Ramadan. Sehingga ajarannya tetap relevan dan sering dikaji hingga saat ini.

BACA JUGA:Kisah Nasruddin, Sufi dari Turki yang Dituduh Makan Siang Hari saat Ramadan

BACA JUGA:Meneladani Sufi Perempuan Rabiatul Adawiyah

Ramadan dalam Perspektif Cinta Ilahi

Rabi’ah Al-Adawiyah dikenal sebagai pelopor ajaran mahabbah atau cinta ilahi dalam tradisi tasawuf. Baginya, puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Melainkan jalan untuk membersihkan hati dari segala selain Allah.

Dalam sejumlah riwayat yang berkembang di kalangan sufi, Rabi’ah menekankan bahwa ibadah tidak seharusnya didorong oleh rasa takut.

Seperti takut akan neraka. Pun, bukan sekadar berharap akan surga. Melainkan murni karena cinta kepada Sang Pencipta.

Prinsip itu semakin relevan saat Ramadan. Apalagi ketika umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah.

BACA JUGA:Ramadan 2026: IJTI Korda Sidoarjo dan Polresta Sidoarjo Berbagi Takjil Gratis

BACA JUGA:Ramadan 2026: Tren Kurangi Gula, Garam, dan Lemak saat Berbuka Puasa Makin Meningkat

Kehidupan Sederhana dan Penuh Ketekunan


Rabi’ah al-Adawiyah menegaskan bahwa puasa sejati lahir dari kehidupan sederhana, ketekunan ibadah, dan cinta Ilahi yang tulus.-aestheticsofficial-pinterest

Lahir dan besar di Basrah pada abad ke-8, Rabi’ah menjalani hidup yang sederhana. Dia dikenal memperbanyak puasa sunnah, salat malam, dan zikir. Terutama saat bulan Ramadan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: