Ramadan Mewujudkan Masyarakat Egaliter

Ramadan Mewujudkan Masyarakat Egaliter

ILUSTRASI Ramadan Mewujudkan Masyarakat Egaliter.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Empat dasar tersebut pada momentum Ramadan hilang dan tidak berlaku. Sebab, semua manusia sama, tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi. Semuanya sama menjadi hamba yang harus tunduk dan patuh pada ketentuan Tuhan sebagai penguasa di alam semesta ini. 

Dengan momentum Ramadan yang dipahami menahan dari segala yang membatalkan puasa, baik lapar maupun haus, semua manusia sama, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, yang punya jabatan atau tidak, yang status sosialnya lebih tinggi karena dari keturunan darah biru atau dari suku dan ras yang berbeda. 

Semua kriteria tersebut hilang. Yang menjadi ukuran adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan pencipta alam semesta ini.

Pada momentum Ramadan ini, ada perintah agama yang hukumnya wajib bagi umat Islam. Yakni, mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal yang diberikan kepada yang berhak menerimanya. 

Itu mengandung dimensi sosial, yaitu sama-sama saling membantu, saling simpati, dan empati sosial, sebagai realitas dari keberagaman yang perlu kita jaga bersama-sama dalam memupuk komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. 

Melalui momentum Ramdan ini, marilah kita bersama-sama introspeksi diri, mempererat tali persaudaraan, menjunjung tinggi keberagaman karena perbedaan etnis, suku, ras, bahkan religi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa ini, dengan toleransi menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

*) Asmori, mahasiswa pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: