Ledakan Guncang Kyiv dan Lviv Jelang Peringatan Empat Tahun Invasi Rusia
Warga Kota Kyiv merayakan Masnytsya (Shrovetide), hari raya tradisional bangsa Slavik di Eropa timur. Perang Rusia-Ukraina memasuki tahun ke empat dan Rusia meningkatkan serangan pada musim dingin ini-Henry Nicholls/AFP-
HARIAN DISWAY - Rentetan ledakan hebat mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026 setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan serangan rudal balistik. Insiden ini terjadi hanya dua hari sebelum peringatan empat tahun invasi penuh Rusia ke Ukraina.
Wartawan AFP di lokasi melaporkan serangkaian ledakan keras mulai terdengar sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat (0200 GMT), sesaat setelah sirine peringatan serangan udara meraung di seluruh penjuru kota.
"Musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik," ujar Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, melalui saluran Telegram resminya. Ia juga mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan demi keamanan.
Angkatan Udara Ukraina kemudian memperluas status waspada ke seluruh negeri, memperingatkan adanya ancaman rudal yang lebih luas.
Serangan ini terjadi di tengah musim dingin dengan suhu ekstrem yang merosot hingga hampir minus 10 derajat Celsius. Tkachenko mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran pada atap sebuah gedung kediaman warga. Ia menambahkan bahwa layanan darurat telah dikerahkan ke berbagai titik kerusakan di kota.
BACA JUGA:Delegasi Rusia, Ukraina, dan AS Bertemu di Jenewa, Memulai Perundingan Damai Baru
BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina
Kyiv, yang secara rutin menjadi sasaran rudal dan drone Rusia sejak dimulainya invasi pada 24 Februari 2022, menghadapi gelombang serangan malam hari dalam beberapa minggu terakhir seiring langkah Moskow mengintensifkan serangan musim dingin terhadap infrastruktur energi dan militer.
Serangan ini juga memicu kewaspadaan tinggi di perbatasan barat Ukraina. Komando Operasional Polandia menyatakan pada Minggu pagi bahwa mereka telah mengerahkan jet tempur setelah mendeteksi aktivitas penerbangan jarak jauh Federasi Rusia yang tengah melakukan operasi offesif ke wilayah Ukraina.
Beberapa jam sebelumnya, ledakan juga terdengar pusat perbelanjaan di Lviv, kota di bagian barat yang relatif jarang terkena serangan mematikan. Ledakan terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat, menewaskan seorang polisi wanita dan melukai 15 orang lainnya saat petugas merespons laporan pembobolan.
BACA JUGA:AS dan Ukraina Bahas Rencana Perdamaian Baru untuk Akhiri Konflik Rusia
BACA JUGA:Ukraina Dapat 100 Jet Rafale F4 dari Prancis untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Serangan Rusia
Walikota Lviv, Andriy Sadovyi, memberikan pernyataan tegas mengenai insiden di wilayahnya tersebut.
"Ini jelas merupakan tindakan terorisme," tegas Sadovyi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: