Amalan Ringan untuk Ibu Menyusui agar ASI Tetap Lancar saat Ramadan

Amalan Ringan untuk Ibu Menyusui agar ASI Tetap Lancar saat Ramadan

Amalan ringan yang bisa dilakukan ibu menyusui agar produksi ASI tetap lancar selama Ramadan--pexels

HARIAN DISWAY - Saat Ramadan, apakah ibu menyusui bisa tetap berpuasa tanpa mengganggu produksi ASI

Anda sudah tahu, dalam ajaran Islam, ibu menyusui memang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 184. Yakni tentang keringanan bagi orang yang tidak mampu berpuasa. 

Namun, sebagian ibu tetap ingin menjalankan puasa dengan mempertimbangkan kondisi tubuh dan kecukupan ASI.

BACA JUGA:Khawatir karena Angin Kencang dan Hujan Lebat? Amalkan Doa Perlindungan Ini

BACA JUGA:Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Dalam Islam, Sambut Tahun Baru Penuh Berkah

Agar produksi ASI tetap lancar selama Ramadan, ada beberapa amalan ringan yang bisa dilakukan. Baik secara spiritual maupun ikhtiar kesehatan.

Perbanyak Doa dan Istighfar

Salah satu amalan sederhana adalah memperbanyak doa agar diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki. Termasuk rezeki berupa ASI yang cukup untuk si kecil.Doa yang bisa diamalkan antara lain:

Allahumma inni as’aluka shihhatan fid-din wal-jasad.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kesehatan dalam agama dan jasadku.”

Selain itu, memperbanyak istighfar juga diyakini dapat membuka pintu rezeki. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12. Rezeki dalam konteks itu termasuk kecukupan ASI bagi bayi.

BACA JUGA:7 Doa yang Anda Butuhkan di Bulan Suci Ramadan

BACA JUGA:Niat, Tata Cara, dan Bacaan Doa Salat Hajat yang Bisa Dilakukan Saat Nisfu Syaban

Jaga Asupan Cairan Saat Sahur dan Berbuka

Secara medis, produksi ASI sangat dipengaruhi oleh asupan cairan dan nutrisi ibu. Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut bahwa ibu menyusui tetap bisa berpuasa. Selama kondisi tubuh fit dan kebutuhan cairan tercukupi saat sahur dan berbuka.

Disarankan untuk menerapkan pola minum 2-4-2. Yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Konsumsi makanan tinggi protein, sayur, buah, serta kurma. Asupan tersebut juga membantu menjaga energi selama puasa.

Kelola Stres dan Istirahat Cukup

Hormon oksitosin dan prolaktin berperan penting dalam produksi ASI. Stres berlebihan dapat menghambat refleks pengeluaran ASI.

BACA JUGA:4 Doa Ramadan yang Bisa Diajarkan untuk Anak TK, Bantu Si Kecil Semangat Puasa Setengah Hari

BACA JUGA:Anak Miskin Telantar dan Refleksi Hadirnya Ramadan

Oleh karena itu, ibu menyusui dianjurkan tetap menjaga kualitas tidur dan menghindari kelelahan berlebihan selama Ramadan.

Jika bayi tampak rewel, berat badan tidak naik, atau frekuensi buang air kecil berkurang drastis, ibu disarankan mempertimbangkan untuk tidak berpuasa. Dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seimbangkan Niat dan Kondisi Kesehatan

Pada dasarnya, Islam memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, ibu menyusui diperbolehkan tidak berpuasa. Namun, dapat menggantinya di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan.

Puasa memang ibadah utama di bulan Ramadan. Tapi kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas. Dengan niat yang tulus, doa yang konsisten, serta menjaga pola makan dan istirahat, ibu menyusui tetap bisa menjalani Ramadan dengan tenang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: