Pengadaan Alat Transportasi Koperasi Desa Merah Putih Perlu Cermat
Anggota DPR RI Budi Sulistyono membagikan pemikiran untuk pengadaan transportasi Koperasi Desa Merah Putih.-Budi Sulistyono alias Kanang untuk Harian Disway-
Kanang mengingatkan, keputusan pembelian kendaraan dalam jumlah besar bukan sekadar soal ketersediaan barang. Ada implikasi fiskal dan hukum yang harus diperhitungkan. Terlebih jika Dana Desa dijadikan jaminan pinjaman jangka panjang.
Selain aspek pendanaan, ia juga menyoroti rencana impor kendaraan dari luar negeri. Di tengah kondisi industri otomotif nasional yang sedang lesu, menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut.
“Kehati-hatian juga perlu dalam pembelian produk luar negeri. Industri otomotif kita sedang menghadapi tantangan. Salah satu alternatifnya adalah menggandeng industri dalam negeri dalam kontrak pengadaan,” ujarnya.
Menurut Kanang, pelibatan industri nasional bisa menjadi jalan tengah. Di satu sisi, kebutuhan logistik desa tetap terpenuhi. Di sisi lain, roda ekonomi dalam negeri ikut bergerak. Pelibatan industri nasional itu, kata Kanang, bisa menjadi wujud nasionalisme. Menjadi wujud semangat merah-putih seperti yang tersemat pada nama koperasi tersebut. ''Kita semua mempertanyakan, di mana Merah-Putih kita? Di mana nasionalisme kita,'' cetusnya.
Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah memperkuat Koperasi Desa Merah Putih dan meningkatkan kesejahteraan warga desa. Karena itu, seluruh prosesnya harus dirancang secara cermat.
“Tujuan bantuan ini baik, untuk kemaslahatan warga desa. Justru karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar hati-hati dan transparan,” tandas mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: