Hobi Minum Es Teh Manis saat Buka Puasa, Risiko Jantung Mengintai

Hobi Minum Es Teh Manis saat Buka Puasa, Risiko Jantung Mengintai

Ramadan adalah momen memperbaiki pola hidup, termasuk lebih bijak memilih minuman saat berbuka.--Pinterest

Tak hanya soal gula. Es teh yang disajikan dengan tambahan es dalam jumlah banyak juga bisa menimbulkan efek kejut. Terutama bagi lambung yang kosong seharian.

Perubahan suhu yang drastis dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang. Meski tidak langsung berkaitan dengan jantung, kondisi itu tetap membuat tubuh bekerja lebih keras. Yakni saat transisi dari puasa ke kondisi normal.


Lonjakan gula darah setelah seharian puasa ternyata bisa memicu risiko penyakit jantung jika tak dikontrol.--Bolay

Bukan berarti es teh manis harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi. Jika ingin tetap menikmati minuman favorit saat berbuka, sebaiknya kurangi kadar gula. Atau gunakan pemanis alami dalam jumlah terbatas. 

BACA JUGA:Ramadan 2026: Tren Kurangi Gula, Garam, dan Lemak saat Berbuka Puasa Makin Meningkat

BACA JUGA:Kreasi Kulit Lumpia Simpel untuk Menu Buka Puasa Ramadan 2026

Alternatif lain yang lebih sehat adalah memulai berbuka dengan air putih dan kurma. Lalu disusul minuman hangat rendah gula.

Para ahli gizi juga menyarankan agar asupan gula harian tidak melebihi batas yang dianjurkan. Yakni sekitar 4 sendok makan atau 50 gram per hari untuk orang dewasa.

Tanpa disadari, satu gelas besar es teh manis bisa mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi. Apalagi jika ditambah menu takjil manis lainnya.

Ramadan sejatinya menjadi momen untuk memperbaiki pola hidup. Bukan justru memperburuknya. Mengontrol asupan gula saat berbuka tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap stabil. Tetapi juga melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

BACA JUGA:5 Olahan Pisang Menu Buka Puasa Ramadan 2026, Praktis dan Mengenyangkan

BACA JUGA:Buka Puasa dengan Tumpeng Kurma dan Nabeez, Minuman Kesukaan Nabi Muhammad

Jadi, masih mau menjadikan es teh manis sebagai menu wajib setiap buka puasa? Boleh saja. Asal bijak dan tidak berlebihan. Karena yang terasa segar di tenggorokan belum tentu aman bagi jantung. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: