Hobi Minum Es Teh Manis saat Buka Puasa, Risiko Jantung Mengintai

Hobi Minum Es Teh Manis saat Buka Puasa, Risiko Jantung Mengintai

Ramadan adalah momen memperbaiki pola hidup, termasuk lebih bijak memilih minuman saat berbuka.--Pinterest

HARIAN DISWAY - Berbuka puasa dengan segelas es teh manis seolah sudah menjadi ritual wajib bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Rasanya yang manis dan segar memang terasa sangat nikmat. Apalagi dinikmati setelah seharian menahan lapar dan haus. 

Namun di balik kesegarannya, kebiasaan itu ternyata menyimpan risiko kesehatan. Terutama jika dikonsumsi berlebihan setiap hari selama Ramadan. Saat berpuasa, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. 

Ketika waktu berbuka tiba, tubuh memang membutuhkan asupan energi dengan cepat. Minuman manis, seperti es teh, sering dipilih. Karena dianggap mampu mengembalikan energi secara instan.

BACA JUGA:Bolehkah Minum Es Teh saat Berbuka bagi Penderita Maag? Ini Penjelasannya

BACA JUGA:7 Menu Buka Puasa Irit dan Sehat, Cocok untuk Anak Kos hingga Keluarga

Sayangnya, lonjakan gula darah yang terjadi secara tiba-tiba justru bisa memberi beban tambahan pada tubuh.


Segelas es teh manis memang terasa menyegarkan saat buka puasa, tapi kalau berlebihan bisa berdampak pada kesehatan jantung.-Lipton-Pinterest

Kandungan gula dalam es teh manis dapat menyebabkan kadar glukosa darah dapat meningkat secara drastis. Jika kebiasaan itu dilakukan terus-menerus, tubuh akan mengalami lonjakan insulin berulang. 

Dalam jangka panjang, kondisi itu berisiko memicu resistensi insulin, obesitas, hingga diabetes tipe 2. Dari situlah risiko penyakit jantung mulai mengintai.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah. Juga memicu peradangan. Kondisi itu mempercepat proses aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

BACA JUGA:Segar Maksimal! 5 Es Buah Klasik yang Selalu jadi Primadona saat Berbuka Puasa

BACA JUGA:Cara Aman Jaga Gula Darah saat Buka Puasa Ramadan 2026

Itu diakibatkan penumpukan plak. Dampaknya, aliran darah ke jantung bisa terganggu. Risiko penyakit jantung koroner pun meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: