Hukum Islam Donor Darah atau Ambil Sampel Darah saat Puasa Ramadan 2026
Donor darah saat puasa kerap menimbulkan pertanyaan soal keabsahan ibadah. Lalu, apakah tindakan medis ini membatalkan puasa atau tetap sah menurut hukum Islam?--Pinterest

Proses donor darah mengeluarkan darah dalam jumlah lebih banyak dibanding tes laboratorium. Meski demikian, mayoritas ulama menilai puasa tetap sah selama tidak menyebabkan kondisi lemah yang membahayakan.--Pinterest
Meski secara hukum tidak membatalkan, donor darah bisa membuat tubuh lemas. Jika kondisi tubuh sangat lemah hingga membahayakan, maka disarankan menundanya.
Islam memberi kemudahan bagi umatnya dalam kondisi darurat. Kesehatan tetap menjadi prioritas. Agar ibadah bisa dijalankan dengan baik.
5. Tip Aman Jika Harus Donor atau Tes Darah Saat Puasa
Jika ingin donor darah, sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa. Cara itu lebih aman untuk menjaga stamina tubuh.
BACA JUGA:Berbagai Hal yang Membatalkan Puasa Secara Tidak Sengaja dan Cara Menghindarinya
BACA JUGA:Hati-Hati! 9 Aktivitas Ini Berisiko Membatalkan Puasa, Salah Satunya Kumur-Kumur
Untuk tes laboratorium yang mendesak, pastikan tubuh dalam kondisi cukup istirahat. Segera batalkan puasa jika muncul gejala pusing berat atau hampir pingsan.
Maka, menurut pendapat mayoritas ulama, donor darah dan ambil sampel darah tidak membatalkan puasa. Namun, tetap perhatikan kondisi tubuh. Agar ibadah tetap lancar dan kesehatan terjaga selama Ramadan.(*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: