Lammens Geser Onana, Man United Temukan Stabilitas Baru di Bawah Mistar

Lammens Geser Onana, Man United Temukan Stabilitas Baru di Bawah Mistar

Senne Lammens geser Andre Onana sebagai kiper utama Man United berkat gaya main tenang, stabil, dan tangguh dalam duel udara di bawah asuhan Ruben Amorim.--Getty Images

Sosok yang paling memengaruhinya adalah Manuel Neuer. Ia mengagumi bagaimana Neuer mampu tampil sebagai kiper modern yang solid dalam segala aspek—baik refleks, distribusi bola, maupun keberanian keluar dari garis gawang. 


Aksi penyelamatan gemilang kiper baru Manchester United, Senne Lammens, saat menghadapi Sunderland.--Instagram @senne_lammens

Meski kerap dibandingkan dengan Thibaut Courtois karena kesamaan kewarganegaraan dan postur, Lammens merasa gaya Neuer lebih membentuk identitas permainannya.

Di ruang ganti, ia juga banyak berdiskusi dengan Tom Heaton mengenai pentingnya menjaga konsistensi dan tidak “memberikan sesuatu secara cuma-cuma” kepada lawan. Bagi Lammens, kunci karier panjang di klub elite adalah keandalan. 

Pelatih dan rekan setim harus bisa mempercayainya dalam situasi apa pun, tanpa khawatir akan kesalahan yang tidak perlu.

BACA JUGA:Man United Pantau Federico Dimarco dan Pierre Kalulu di Derby d’Italia

BACA JUGA:Man United Tahan Imbang West Ham 1-1, Michael Carrick Puji Gol Telat Benjamin Sesko

Menikmati Tantangan Fisik Premier League

Awal musim sempat diwarnai keputusan pelatih Ruben Amorim yang tidak langsung mengembalikan Onana ke susunan utama dan lebih memilih Altay Bayındır. 

Namun Bayındır kesulitan beradaptasi dengan tuntutan duel udara dan tekanan fisik khas Premier League. Dalam konteks inilah Lammens menunjukkan kualitasnya.

Saat menghadapi Everton, ia berulang kali diuji lewat situasi bola mati dengan banyak pemain lawan memadati kotak enam yard. 


Senne Lammens, sang kiper, mungkin sering terabaikan sebagai pahlawan di balik ketangguhan Manchester United yang tak terkalahkan, namun perannya sangat krusial-Tangkapan Layar Instagram@senne_lammens-

Lammens menganggap duel udara sebagai salah satu kekuatannya. Ia bahkan mengaku menikmati tantangan tersebut karena memaksanya keluar dari zona nyaman dan meningkatkan level permainan.

Menurutnya, aspek fisik di Inggris memang tidak mudah, tetapi itulah bagian dari pekerjaan seorang penjaga gawang. 

BACA JUGA:Man United Tak Mau Tampung Rashford Lagi, Barcelona Masih Ragu-Ragu

BACA JUGA:Bruno Fernandes Siap Pecahkan Rekor Man United dan Premier League Musim Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated