Anila Bisha, Artis Albania yang Wajahnya Jadi Menteri AI: Tak Lagi Indah, Justru Ketakutan
ANILA BISHA ketika diwawancarai AFP di Tirana, Albania, 19 Februari 2026.-Adnan Beci-AFP-
Apa jadinya jika wajah dan suara kita dipinjam untuk avatar berbasis kecerdasan buatan? Well, tak semua orang senang. Ada juga yang merasa risi, bahkan takut. Itulah yang dirasakan Anila Bisha, artis Albania. Dia ’’diubah’’ menjadi avatar milik kementerian.
USIANYA sudah 57 tahun. Tapi, gurat ayu masih terlihat sangat kuat. Hidungnya bangir. Bibirnya tipis. Kecantikan khas perempuan tepian Laut Tengah. Memikat. Banget.
Publik Albania mengenal wajah itu, wajah Anila Bisha, sebagai karakter perempuan tangguh di panggung dan layar kaca. Apalagi, Bisha punya raut ekspresi yang tegas. Suaranya juga.
Selama 30 tahun, Anila Bisha membangun reputasi sebagai aktris yang piawai memainkan karakter kompleks. Namun, pada usia 57 tahun, ia justru harus berhadapan dengan peran paling ganjil dalam hidupnya: menjadi “menteri” tanpa pernah dilantik.
BACA JUGA:Reformasi atau Eksperimen Politik?: Albania Tunjuk Menteri AI
BACA JUGA:Rating Pemain Inggris Pasca Sikat Albania 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia: Lewis-Skelly MOTM!
September 2025, Perdana Menteri Albania Edi Rama, mengumumkan dengan gegap gempita: negeri itu bakal punya menteri ’’avatar.’’ Yakni, sosok virtual berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tugas menteri virtua itu ambisius: mencegah korupsi dalam tender publik. Beberapa hari kemudian, “menteri” itu menyampaikan pidato perdananya di parlemen. Dalam video yang beredar luas dan dikutip media internasional, avatar digital bernama Diella (artinya: matahari) tampil mengenakan busana tradisional Albania. Wajah dan suaranya identik dengan Bisha.
“Saya tidak hadir untuk menggantikan manusia. Tetapi untuk membantu mereka,” ucap sang bot.
Bisha terpaku di depan layar.

ANILA BISHA menyaksikan penampilan Diella di layar laptopnya, 19 Februari 2026.-adnan Beci-AFP-
“Saya tidak percaya ketika melihat diri saya berpidato di parlemen, ketika mendengar suara saya mengatakan bahwa saya seorang menteri,” katanya kepada Agence France-Presse. “Saya syok. Saya menangis sangat lama,” ucap Bisha seperti ditulis kantor berita itu pada Kamis, 26 Februari 2026.
Awalnya, Bisha tak membayangkan seperti itu. Pada awal 2025, Bisha menandatangani kontrak untuk ’’meminjamkan’’ wajah dan suaranya. Katanya, akan dipakai sebagai asisten virtual di portal layanan publik daring pemerintah. Tujuannya praktis: membantu warga menavigasi birokrasi.
Bisha menyambutnya sebagai terobosan anyar. Dia pun sangat antusias.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: