Harga Cabai Rawit Tetap Tinggi Sampai Akhir Maret: Permintaan Naik, Harga Makin ’’Pedas’’
PENJUAL CABAI, Moch Ibra (kiri) membuungkus dagangannya di Pasar Keputran, Surabaya.-Raden Khansa-Harian Disway-
Tingginya harga cabai rawit sejak awal Lebaran ini diperkirakan bakal bertahan hingga Lebaran nanti. Keterbatasan stok membuat harga cabai melambung tinggi. Bencana bagi pencinta pedas.
ANDA pencinta pedas? Sabar. Harga cabai masih meroket.
Harga itu tak kunjung kembali ke harga normal sejak awal Ramadan, sepekan silam.
Harga cabai rawit sampai Kamis, 26 Februari 2026, masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya. Dan harga itu terjadi di seluruh kabupaten kota di Jawa Timur.
Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur mencatat, harga cabai rawit merah per Kamis lalu, rata-rata di Jatim mencapai Rp 85.746 per kilogram. Jauh dibandingkan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (BPN) di kisaran Rp40.000-57.000 per kilogram.
BACA JUGA:Update Harga Sembako di Awal Ramadan 2026: Cabai Rawit Meroket, Beras hingga Minyak Goreng Turun!
BACA JUGA:Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp125 Per Kg, Lebih Mahal dari Daging Sapi
Sementara itu di Jatim, Lumajang adalah wilayah dengan harga cabai tertinggi dengan Rp120.000 per kilogram. Disusul Kabupaten Ponorogo dengan Rp112.000 per kilogram. Pamekasan ada di urutan ketiga dengan Rp100.000 per kilogram.
Selain itu, ada delapan kabupaten kota di Jatim yang harga cabai rawitnya di atas Rp90.000 ribu per kilogram. Harga terendah cabai dicatat Kabupaten Pacitan dengan Rp70.333 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno membenarkan soal melambungnya harga cabai itu. Menurutnya, saat ini stok dari petani cabai rawit menipis sementara permintaan akan cabai mengalami peningkatan menjelang ramadhan kemarin.
Itu terbukti, misalnya, soal stok cabai rawit di Pasar Pare, Kediri, yang menjadi sentra distributor cabai di wilayah Jawa Timur. Biasanya dalam sehari, stok di pasar tersebut mencapai 35 ton. Namun, sekarang tinggal 15 ton. ”Memang suplainya berkurang,” katanya kepada Harian Disway di Mojokerto, Kamis, 26 Februari 2026 sore.
TUMPUKAN CABAI di lapak salah satu pedagang di Pasar Keputran, Surabaya. -Raden Khansa-Harian Disway-
Permintaan cabai rawit tersebut, kata Heru, diprediksi bakal meningkat hingga menjelang Lebaran nanti. Artinya, harganya bakal tetap di harga eceran tertinggi (HET) meskipun ada fluktuasi harian.
Heru memperkirakan, harga cabai turun turun pada akhir Maret 2026. Seiring dengan panen raya cabai di kawasan dataran rendah. ” April bakal kembali turun karena dipengaruhi melimpahnya stok,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: