Aprilia Perkenalkan Aerodinamika Aktif di MotoGP 2026, Manfaatkan Celah Regulasi
Marco Bezzecchi, saat melaju di lintasan lurus sirkuit Buriram pada sesi Practice GP Thailand 2026. Terlihat lengan tangan bawah Bezzecchi seperti sedang menekan sesuatu. --Twitter Swinxy @Swinxy
Meski paket aerodinamika terbaru membuat motor jauh lebih cepat di tikungan, ada konsekuensi yang harus dibayar: kecepatan puncak menjadi lebih rendah. Elemen ground effect yang terintegrasi di kedua sisi fairing menciptakan hambatan tambahan di lintasan lurus yang panjang karena aliran udara tidak lagi mengalir bebas.
Menurut sumber media The Race di paddock MotoGP, sistem baru ini bekerja dengan menciptakan ventilasi di bagian atas fairing samping yang dapat ditutup oleh lengan bawah pembalap.
Gerakan tersebut secara efektif menonaktifkan efek sayap ground effect ketika pembalap membutuhkan kecepatan maksimal di lintasan lurus.
Dengan menutup lubang saluran udara, aliran udara dialihkan ke area sayap belakang, menciptakan tekanan tambahan untuk menjaga cengkeraman roda belakang.
Itulah alasannya swing-arm RS-GP kini dilengkapi elemen aero tambahan guna memecah turbulensi udara di sekitar putaran roda belakang.
BACA JUGA:MotoGP Butuh Jendela Transfer? Rivola Buka Wacana di Tengah Panasnya Bursa 2027
BACA JUGA:Performa Veda Ega Pratama Melonjak di Tes Moto3 Jerez, Pangkas Waktu Hampir 2 Detik
Melihat bagaimana solusi ini terintegrasi secara cerdik dengan posisi membungkuk alami pembalap, kecil kemungkinan sistem tersebut akan mudah diprotes sepanjang pekan balapan akhir pekan.
Terlebih lagi, regulasi MotoGP saat ini hanya mengizinkan satu pembaruan aerodinamika per musim. Dengan 2026 menjadi tahun terakhir sebelum perubahan besar regulasi pada 2027, inovasi ini berpotensi menjadi senjata strategi Aprilia untuk dimanfaatkan secara maksimal dalam sisa era regulasi yang ada. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: