Trump Ajak Rakyat Iran Bangkit Gulingkan Rezim Republik Islam: Ini Mungkin Satu-Satunya Kesempatan!

Trump Ajak Rakyat Iran Bangkit Gulingkan Rezim Republik Islam: Ini Mungkin Satu-Satunya Kesempatan!

Donald Trump resmi instruksikan penghancuran total seluruh fasilitas rudal dan angkatan laut Iran guna melenyapkan ancaman nuklir bagi Amerika Serikat serta para sekutu.--Instagram

HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan peluncuran serangan skala besar terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, 

Dalam pernyataannya, ia berkomitmen untuk melumpuhkan kekuatan angkatan laut serta menghancurkan fasilitas rudal negara tersebut.

Selain itu, ia juga mendesak warga Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka. 

Melalui sebuah video yang dirilis setelah AS dan Israel mulai mengebom Iran, Trump menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menghancurkan militer Republik Islam.

Selain itu, ia juga ingin menumbangkan otoritas pemerintahan yang telah berkuasa sejak revolusi 1979. 

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka dengan tanah. Industri itu akan benar-benar, sekali lagi, dilenyapkan. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka,” kata Trump dalam sebuah pidato dari rumahnya di Florida yang diunggah ke platform Truth Social miliknya. 

BACA JUGA: AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional 

BACA JUGA: Israel dan AS Lancarkan Serangan ke Iran 

Dalam pesannya yang ditujukan kepada rakyat Iran, Trump menyerukan agar mereka segera mengambil alih kendali pemerintahannya setelah operasi militer berakhir. 

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa momen tersebut merupakan kesempatan langka bagi rakyat untuk menentukan nasib sendiri. 

“Ini mungkin satu-satunya kesempatan yang kalian miliki dalam beberapa generasi. Waktu kebebasanmu sudah dekat,” kata Trump. 

Trump mendesak seluruh jajaran pasukan Iran untuk segera menyerah, termasuk para petinggi Garda Revolusi yang memiliki tugas utama menjaga stabilitas pemerintahan ulama. 

BACA JUGA:Jawab Trump, Presiden Iran Nyatakan Negaranya Tak Akan Menyerah ke Amerika

BACA JUGA: AS-Iran tegang, Washington evakuasi personel kedutaan di Lebanon

“Kepada seluruh anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan seluruh kepolisian, saya tegaskan malam ini bahwa kalian harus meletakkan senjata untuk mendapatkan pengampunan penuh. Jika tidak, bersiaplah menghadapi kematian,” tegas Trump.

Trump lantas menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk membela rakyat AS melalui penghapusan ancaman mendesak yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

“Mereka berusaha untuk membangun kembali program nuklir mereka dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini mengancam rekan dan sekutu dekat kami di Eropa, pasukan kami di luar negeri, bahkan dalam waktu dekat dapat menjangkau wilayah daratan Amerika, “ paparnya.

Trump juga memberikan peringatan keras kepada warga Iran mengenai intensitas serangan udara AS yang akan dilakukan dalam skala besar. 

BACA JUGA: AS lancarkan serangan ke sejumlah target di Iran dari udara dan laut

BACA JUGA: Trump desak IRGC untuk letakkan senjata

“Tetaplah berlindung dan jangan meninggalkan rumah anda, karena situasi di luar sangat membahayakan. Pengeboman akan dilakukan di berbagai berbagai wilayah,” imbau Trump.

Operasi militer ini telah diprediksikan oleh banyak orang menyusul instruksi Presiden Trump untuk melakukan pengerahan kekuatan militer terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. 

Namun, pada hari Jumat, 27 Februari 2026 kemarin, Trump sempat menegaskan bahwa ia belum mengambil keputusan final terkait rencana serangan tersebut.

Sementara itu, pada hari Kamis sebelumnya, utusan AS telah melakukan pertemuan dengan diplomat tertinggi Iran untuk mengupayakan kesepakatan terkait  program nuklir Iran

BACA JUGA: Kedubes Iran di Jakarta kecam keras serangan AS, Israel terhadap Iran

BACA JUGA: AS minta warganya segera tinggalkan Iran

Utusan Oman yang menjadi mediator dalam pembicaraan di Jenewa antara AS dan Iran pada hari Kamis, 26 Februari kemarin menyampaikan optimisme terkait adanya kompromi. 

Ia lantas melakukan pertemuan lanjutan dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Jumat, lalu menyampaikan kepada CBS News bahwa Iran telah setuju untuk tidak menimbun uranium yang diperkaya untuk membuat bom atom, pernyataan yang belakangan dibantah oleh Teheran.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: