Perang Iran vs AS dan Israel Berpotensi Dongkrak Harga BBM di Indonesia

Perang Iran vs AS dan Israel Berpotensi Dongkrak Harga BBM di Indonesia

Kenaikan harga minyak dunia sehingga harga bensin non subsidi di Indonesia berpotensi naik dalam waktu dekat dipicu konflik antara Israel dan Iran--bgr

BACA JUGA:Trump Targetkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran dalam 'Operasi Militer Besar'

Konflik Iran dan Israel ikut menekan pasar energi Indonesia. Fahmy menyebut Indonesia mengimpor sekitar 1,2 juta barel BBM per hari sehingga sensitif terhadap kenaikan harga minyak global.

Ia menegaskan, Pertamax dan produk BBM di atasnya akan terdampak langsung karena harganya mengikuti pergerakan minyak dunia.

Menurutnya, ketika harga minyak berada di kisaran 67 dollar AS per barel, mekanisme pasar membuat harga Pertamax otomatis menyesuaikan, baik di SPBU Pertamina maupun milik swasta.

BACA JUGA:Ribuan Orang Berduka, Tiga Pejabat Tinggi Ambil Alih Kendali Pasca Wafatnya Khamenei

BACA JUGA:Isi Pidato Terakhir Ali Khamenei sebelum Gugur di Teheran

Sebaliknya, harga Pertalite dan Solar tetap ditetapkan pemerintah sehingga tidak langsung mengikuti fluktuasi pasar global.

Harga Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina tetap stabil meski minyak dunia naik karena pemerintah menopangnya melalui APBN.

Namun, skema subsidi tidak menjamin harga kedua jenis BBM itu selalu aman.

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Pengaruhi Jadwal Umrah, 58.873 Jamaah Indonesia Masih di Arab Saudi

BACA JUGA:Breaking News! AS dan Israel Lancarkan Serangan Militer Besar ke Wilayah Iran

Fahmy menyebut, saat harga minyak global meningkat tetapi harga di konsumen tidak berubah, beban APBN ikut membesar akibat tambahan subsidi yang harus dibayarkan pemerintah.

"Kecuali pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar, itu baru akan menimpa pada konsumen," kata Fahmy.

Fahmy menilai pemerintah akan kesulitan mempertahankan subsidi BBM bila harga minyak dunia menembus 100 dollar AS per barel.

BACA JUGA:Indonesia Ikut Kecam Pernyataan Dubes AS Terkait Klaim Israel atas Wilayah Timur Tengah

BACA JUGA:Iran Tawarkan Mediasi di Tengah Perang Terbuka Pakistan dan Afghanistan

"Meskipun tidak proposional dengan kenaikan harga minyak dunia, tetapi perlu ada kenaikan agar beban tadi itu tidak terlalu berat," ujarnya (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kompas.com