Bahaya Hoaks Deepfake Pemimpin Dunia, Cara Membedakan Video Asli dan Propaganda AI

Bahaya Hoaks Deepfake Pemimpin Dunia, Cara Membedakan Video Asli dan Propaganda AI

Deepfake adalah teknologi kecerdasan buatan yang mampu menciptakan video atau audio palsu yang sangat meyakinkan sehingga dapat disalahgunakan untuk menipu, memeras, atau menyebarkan informasi palsu tanpa mudah dikenali oleh publik. --Freepik

Dalam konteks politik global, deepfake berpotensi merusak reputasi dan hubungan antarnegara. Konten manipulatif bisa digunakan untuk memicu konflik, mengganggu proses demokrasi, atau menjatuhkan kredibilitas tokoh tertentu.

Dampaknya tidak hanya bersifat jangka pendek. Tetapi juga dapat meninggalkan ketidakpercayaan berkepanjangan.

Lebih berbahaya lagi, maraknya deepfake dapat mengikis kepercayaan terhadap bukti visual. Sehingga masyarakat awam tak bisa lagi membedakan mana yang asli dan hoaks.

Jika publik mulai meragukan semua video, termasuk yang asli, maka ruang informasi menjadi penuh kecurigaan. Ketidakpastian itu membuka celah bagi propaganda yang lebih luas.

BACA JUGA:Mengenal Deepfake sebagai Ancaman Digital dan Cara Mengidentifikasinya

BACA JUGA:DeepSeek, Deepfake, dan Deep-insight

Cara Membedakan Video Asli dan Deepfake


Gunakan tools pendeteksi deepfake seperti Deepware Scanner dan Microsoft Video Authenticator untuk memastikan konten benar-benar asli dan tidak dimanipulasi. --Freepik

Untuk mengenali deepfake, perhatikan detail seperti gerakan bibir yang kurang sinkron, kedipan mata tidak natural, atau pencahayaan wajah yang janggal.

Meski teknologi semakin halus, ketidaksesuaian kecil masih sering terlihat. Pastikan sumber video berasal dari kanal resmi atau media kredibel.

Bandingkan dengan pernyataan tertulis atau liputan lain sebelum membagikan ulang. Sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi langkah sederhana. Namun, efektif dalam menghadapi propaganda digital di era 2026.(*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: