Ledakan Guncang Teheran Minggu Malam, Serangan Udara Hantam Stasiun Televisi dan Rumah Sakit

Ledakan Guncang Teheran Minggu Malam, Serangan Udara Hantam Stasiun Televisi dan Rumah Sakit

Kepulan asap membumbung tinggi di langit Teheran sesaat setelah ledakan besar. Serangan AS-Israel ke ibu kota terus berlanjut-Atta Kenare/AFP-

HARIAN DISWAY - Dua ledakan dahsyat kembali mengguncang Teheran pada Minggu, 1 Maret 2026 malam. Serangan AS-Israel berlanjut di hari sejak dua seteru saling berbalas serangan rudal yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Ledakan dengan kekuatan besar tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat (17.30 GMT) dan dilaporkan menggetarkan jendela-jendela apartemen di berbagai penjuru ibu kota.

Tak lama setelah ledakan terjadi, media lokal Iran melaporkan bahwa salah satu serangan tersebut menghantam sebuah rumah sakit di Teheran, meskipun rincian mengenai korban jiwa di lokasi tersebut masih dalam proses pendataan.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa fasilitas mereka menjadi target langsung dalam rangkaian ledakan terbaru ini.

BACA JUGA:Iran Blokade Selat Hormuz, Tiga Kapal Tanker Dihantam Proyektil 'Tidak Dikenal'

Meskipun menjadi sasaran serangan, siaran televisi pemerintah dilaporkan tetap mengudara dan tidak terputus. Pihak lembaga penyiaran menyatakan bahwa tim teknis saat ini sedang bekerja di lapangan untuk menilai tingkat kerusakan infrastruktur yang terjadi.


Sejumlah ledakan terdengar di Kota Teheran saat AS dan Israel kembali melancarkan serangan ke Iran-Atta Kenare/AFP-

Serangan ini bukan yang pertama bagi stasiun tersebut, mengingat fasilitas yang sama juga pernah menjadi target selama konflik Iran dengan Israel sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai target spesifik lainnya dari rentetan ledakan yang baru saja terjadi.

BACA JUGA:Sembilan Warga Israel dan Tiga Tentara AS Tewas Akibat Serangan Balasan Iran

Situasi di Teheran tetap mencekam dengan pengerahan pasukan keamanan yang intensif di sekitar area terdampak. Fokus utama otoritas setempat saat ini adalah mengevakuasi korban di lokasi rumah sakit yang terkena dampak serta mengamankan fasilitas penyiaran nasional dari potensi serangan susulan di tengah operasi militer yang terus berlangsung.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: