Bursa Indonesia Ditutup dengan 734 Emiten Merosot
PERDAGANGAN VALASS DAN SAHAM di Korea Selatan. Kospi dan Kosdag, yang mengalami penutupan sementara karena harga turun, 4 Maret 2026.-JUNG YEON-JE-AFP-
Saat ini banyak pelaku saham memilih investasi lain. Salah satunya pembelian emas sebagai langkah safe haven. Mereka menghindari ketidakpastian di pasar saham. Meski harga emas dua hari belakangan mengalami penurunan, tapi orang tetap memilih investasi itu karena dianggap lebih aman.
BACA JUGA:Resmi! Ronaldo Akuisisi 25% Saham Almeria, Mulai Babak Baru di Sepak Bola Spanyol
BACA JUGA:Pembuat Game Robocop Ajukan Insolvensi, Perdagangan Saham Dihentikan Sementara
Di Indonesia, kondisi saham saat ini memang cukup memprihatinkan. Investor saham, kata Gagas, seperti digebuk berkali-kali dengan adanya tekanan tambahan akibat situasi geopolitik dunia.
Sebelum ketegangan itu, pasar saham Indonesia sudah dihantam dua kali sentimen. Awal Februari, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuat pasar saham kacau. Tak berlangsung lama setelah itu, giliran Moody's menghantam Indonesia. Praktis, kondisi itu membuat investor saham harus puasa panjang untuk mendulang cuan.
Gagas juga menyoroti kekhawatiran investor saham itu dipicu statemen pemerintah yang makin memperbesar ketakutan. Misalnya dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menjelaskan pada media bahwa stok BBM Indonesia hanya mencapai 20 hari.
”Statemen seperti itu akan semakin memperburuk keadaan,” katanya. Sebab, BBM merupakan nyawa dalam pergerakan ekonomi. Ketidakmampuan pemerintah menjamin pasokan di tengah konflik seperti itu akan memperluas kekhawatiran.
Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk pelaku investor saham hari ini? Gagas mengaku tak bisa memberikan saran banyak-banyak. Sebab, ketakutan ketidakpastian global itu berlaku secara luas.
Orang, jika ingin masuk ke saham hari-hari ini, sebenarnya bisa punya peluang besar mengeruk cuan, kata Gagas. Sebab, harga saham lagi anjlok-anjloknya. Tapi siapa yang mau menjamin ketidakpastian saat ini segera berakhir? Tidak ada.
Dan saat ini, sebaiknya memang orang harus menahan diri untuk investasi saham. Puasa saham lebih baik. Toh, waktu ”berbuka” cuan dari saham juga belum jelas. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: