Viral Video Jurnalis India Bongkar Kerentanan Bunker di Israel
Jurnalis India Braj Mohan Singh menyoroti kerentanan bunker Israel di Tel Aviv. Ia menilai perlindungan dari serangan rudal tidak sepenuhnya menjamin keselamatan warga.-hazaret-
HARIAN DISWAY - Seorang jurnalis asal India menyoroti kerentanan bunker perlindungan sipil di Israel setelah mengalami langsung situasi keamanan di negara tersebut di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Dalam sebuah unggahan video yang beredar di media sosial, jurnalis tersebut menyampaikan bahwa bunker yang selama ini disebut mampu melindungi warga dari serangan rudal belum tentu menjamin keselamatan, khususnya bagi penduduk di Tel Aviv.
"Itu hanya retorika bahwa bunker melindungi anda," ujarnya.
BACA JUGA:Jawab Trump, Presiden Iran Nyatakan Negaranya Tak Akan Menyerah ke Amerika
BACA JUGA:Hari Ketujuh Perang, Iran Lancarkan Operasi Janji Sejati Gelombang 24
Jurnalis tersebut adalah Braj Mohan Singh, wartawan dari media India Sadhna News. Ia mengungkapkan pengalamannya setelah berada di Israel selama beberapa hari, yakni sejak 28 Februari hingga 6 Maret 2026.
Dalam video tersebut, Singh mengatakan bahwa saat terjadi serangan rudal, keberadaan bunker tidak selalu mampu memberikan perlindungan penuh bagi warga.
"Saya melihat orang-orang meninggal di bunker sedalam 100 kaki, dan orang Israel tidak memberi tahu anda fakta sebenarnya," ujarnya.
Menurut Singh, bunker yang selama ini dipromosikan sebagai sistem perlindungan utama bagi warga Israel dari ancaman serangan, termasuk dari Iran, tidak sepenuhnya memberikan rasa aman jika terjadi serangan besar.
BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Kota-Kota di Israel, Kerusakan Meluas Saat Sishanud Kewalahan
BACA JUGA:Trump Wajibkan Iran Menyerah Tanpa Syarat untuk Akhiri Perang
"Kebebasan pers di India jauh lebih baik daripada di Israel. Kami berterima kasih kepada pemerintah India, karena mereka memberikan detail," ucapnya.
Ia juga menilai pemerintah Israel membatasi informasi terkait dampak serangan, termasuk akses terhadap lokasi korban.
"Di Israel, pemerintah sama sekali tidak memberi tahu anda apa pun. Anda tidak dapat merekam mayat, dan anda tidak dapat mengunjungi rumah sakit," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: