Selebgram Eunike dan Seniman Ziarah Makam Gombloh dan Cak Durasim dalam Rangka Hari Musik Nasional 2026

Selebgram Eunike dan Seniman Ziarah Makam Gombloh dan Cak Durasim dalam Rangka Hari Musik Nasional 2026

Selebgram Eunike Unik bersama para seniman ziarah di makam musisi Gombloh di kompleks Makam Tembok Surabaya, 10 Maret 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway

"Ia menggelorakan semangat nasionalisme melalui lagu-lagunya. Juga kepeduliannya terhadap masyarakat. Utamanya masyarakat kecil. Keteladanan itu yang perlu dicontoh," ungkapnya.

Remy tampak beberapa kali mengusap matanya. Di hadapan pusara ayahnya, ia berdoa dengan khusyuk. "Bapak wafat ketika usia saya masih 4 tahun. Tapi sampai kini saya masih ingat sosoknya. Beliau seorang penyayang," ujar ayah lima anak itu.

Setelah dari makam Gombloh, mereka beranjak ke makam Cak Durasim. Lokasinya berada di sebelah barat.

BACA JUGA:Peringatan Hari Musik Nasional, Ziarah Indonesia Raya di Makam W.R. Soepratman

BACA JUGA:Hari Musik Nasional 2025 Digelar 8-9 Maret 2025, Usung Tema Indonesia Mendoa

Eunike, si selebgram itu jadi pusat perhatian. Beberapa kali dia melayani permintaan foto dari anak-anak sekitar.

Makam Cak Durasim dihias dengan patung dirinya. Mengenakan udeng atau penutup kepala khas Surabaya. Mereka menabur bunga di atas pusara Cak Durasim. Kemudian berdoa.

Di atas nisannya tertulis jula-juli atau tembang khas Surabaya bernada pantun karya Cak Durasim: Pegupon omahe doro, melu Nippon tambah soro. Artinya, Pegupon rumah burung dara, ikut Nippon tambah sengsara. 


Selebgram Eunike Unik (berbaju biru) menabur bunga di pusara makam Cak Durasim di kompleks Makam Tembok, Surabaya, 10 Maret 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway

Jula-juli itulah yang membuat Cak Durasim ditangkap oleh tentara Jepang. Dalam salah satu versi cerita, ia ditahan hingga meninggal. Dalam versi yang lain, Cak Durasim dieksekusi oleh Dai Nippon.

BACA JUGA:9 Januari, 38 Tahun Meninggalnya Gombloh dan Kisah yang Terus Hidup

BACA JUGA:Sambut Ulang Tahun Gombloh, Museum Surabaya Gelar Talkshow Mengenang Gombloh

Kunjungan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap insan seni Surabaya. "Saya ingin memperbanyak konten tentang tokoh-tokoh pahlawan di Surabaya. Supaya generasi muda dapat mencontoh keteladanan, perjuangan, dan kreativitas mereka," kata Eunike.

Bagi para seniman, ziarah tersebut adalah salah satu cara untuk menghormati dan mengenang para pejuang. Apalagi masih dalam rangka Hari Musik Nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: