Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tas Serabut Kelapa Ramah Lingkungan dengan Biji Bunga

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tas Serabut Kelapa Ramah Lingkungan dengan Biji Bunga

Mahasiswa Ubaya berhasil menciptakan tas ramah lingkungan dari serabut kelapa.-Universitas Surabaya-

HARIAN DISWAY - Empat mahasiswa Universitas Surabaya menciptakan tas ramah lingkungan dari serabut kelapa. Dilengkapi pula dengan gantungan biji bunga yang dapat ditanam.

Inovasi itu dilakukan oleh 4 mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle, Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya

Mahasiswa tersebut: Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar. Produk itu merupakan tugas kelompok dalam mata kuliah Sustainability Concept. Di bawah bimbingan Dr. Christabel Annora Paramita Parung.

Inovasi itu berangkat dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan akibat industri mode. Industri itu dikenal memiliki konsumsi energi tinggi. Serta menghasilkan limbah dalam jumlah besar.


Tas ramah lingkungan dari serabut kelapa karya mahasiswa Ubaya. -Universitas Surabaya-

BACA JUGA:Ubaya Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.000 Paket Sembako Untuk Warga

BACA JUGA:IWD Surabaya 2026: Savy Amira dan KGSK Ubaya Bahas Realita Gender bersama Saskia E. Wieringa

“Kami akhirnya sepakat menggunakan serabut kelapa. Karena Indonesia merupakan salah satu penghasil terbesar di dunia. Harganya murah, kuat, serta memiliki tekstur unik,” ujar Johan.

Selain itu, tim melakukan berbagai eksperimen untuk mendapatkan material yang sesuai. Mereka menggunakan campuran tepung tapioka dan air.

Itu merupakan perekat yang dihasilkan dari proses dimasak perlahan. Lalu ditambahkan gliserin agar material lebih lentur.

Untuk meningkatkan nilai estetika, tas tersebut dilengkapi gantungan berisi lima jenis biji bunga: bunga matahari, celosia, anyelir, forget me not, dan baby’s breath.

BACA JUGA:Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar, Langkah Kampus Perkuat Riset dan Inovasi

BACA JUGA:Rayakan Imlek serta Ramadan, PSMTI Surabaya Gelar Seminar Toleransi dan Keberagaman di Ubaya

“Kami memastikan seluruh bahan, termasuk perekat, tetap ramah lingkungan. Ketika tas sudah tidak digunakan, bisa ditanam dan akan terurai secara alami. Sementara bijinya dapat tumbuh menjadi tanaman,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: