Arsenal Kebobolan Lewat Bola Mati, Mikel Arteta Ngamuk
Arteta kecewa Arsenal kebobolan bola mati lawan Leverkusen, namun gol penalti Kai Havertz selamatkan The Gunners dari kekalahan di leg pertama 16 besar UCL.--Getty Images
Ia menambahkan bahwa Arsenal sebenarnya sudah mengetahui pola serangan yang akan digunakan Leverkusen. Tapi tetap gagal mengantisipasinya dengan baik.
Selain menyoroti kesalahan bertahan, Arteta juga menyinggung performa lini serang timnya. Meskipun Arsenal cukup dominan dalam penguasaan bola, mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan.
Salah satu faktor yang ia sebut adalah absennya kapten tim, Martin Odegaard. Menurut Arteta, gelandang Norwegia tersebut memiliki kualitas kreativitas yang berbeda dibanding pemain lainnya.
Meski begitu, Arteta menegaskan bahwa timnya tetap memiliki banyak pemain berbakat. Ia hanya menilai bahwa kualitas eksekusi dalam fase akhir serangan masih perlu ditingkatkan agar Arsenal bisa lebih berbahaya di area kotak penalti.
BACA JUGA:Arteta Coba Formasi 3-4-2-1, Arsenal Nyaris Dipermalukan Mansfield di FA Cup
BACA JUGA:Real Madrid Pantau Sandro Tonali, Arsenal dan Man United Ikut Mengincar
Havertz Selamatkan Arsenal, Pergantian Saka Berbuah Hasil

Selebrasi Kai Havertz usai buat Arsenal samakan kedudukan lawan Bayer Leverkusen (1-1) dalam laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis 12 Maret 2026--Uefa.com
Di tengah kesulitan yang dialami Arsenal sepanjang babak kedua, satu momen akhirnya mengubah jalannya pertandingan. Penyerang veteran Kai Havertz mencetak gol penyeimbang lewat titik penalti pada menit-menit akhir laga.
Penalti tersebut berawal dari aksi pemain pengganti Noni Madueke yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum dilanggar oleh Malik Tillman. Havertz maju sebagai eksekutor, dan dengan tenang menuntaskan tugasnya.
Gol itu terasa spesial bagi Havertz. Karena itu adalah kali pertama ia menjebol gawang mantan klubnya sendiri. Havertz merintis karier senior bersama klub yang didirikan perusahaan farmasi itu. Yakni pada 2006-2010.
"Cara ia mengambil penalti itu sangat tenang," puji Arteta. "Sepak bola sering menghadirkan cerita menarik, dan bagi dia yang pernah lama berada di klub ini, kembali ke sini lalu mencetak gol penting tentu menjadi momen besar," lanjutnya.
BACA JUGA:Mansfield vs Arsenal 1-2, The Gunners Bablas ke Perempat Final Piala FA
BACA JUGA:Arsenal Catat Ugly Win Lagi, Gaya Main Mikel Arteta Mulai Dikritik
Arteta juga menilai para pemainnya menunjukkan respons emosional yang tepat setelah tertinggal lebih dulu. Menurutnya, Arsenal mampu tetap fokus hingga akhirnya menemukan gol penyeimbang.
Keputusan Arteta mengganti Bukayo Saka saat tim sedang mengejar gol sempat menimbulkan tanda tanya. Namun langkah tersebut akhirnya terbukti efektif karena Madueke justru menjadi sosok yang memenangkan penalti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: goal.com