Tiga Syarat Iran
ILUSTRASI Tiga Syarat Iran.-Arya/AI-Harian Disway-
”Wah, itu mah kayak minta jaminan ke pecalang kalau karya kita tidak bakal dirusak banjar sebelah,” ujar Pak Kelian.
”Betul sekali! Tapi, masalahnya sejarah mereka sudah sangat pahit. Tahun 2015, Iran sudah tanda tangan kesepakatan nuklir. Isinya Iran stop program nuklir, Amerika cabut sanksi. Sudah jalan beberapa tahun. Eh tahun 2018, Trump keluar dari kesepakatan. Sanksi balik lagi. Iran merasa dikhianati total.”
”Oalah, ditinggal janji pas lagi sayang-sayangnya,” Bli Made menyela sambil tertawa pelan.
”Iya. Terus, baru-baru ini mereka hampir sepakat damai lagi lewat perantara Oman. Tinggal 48 jam sebelum pertemuan keenam yang katanya bakal bikin terobosan bersejarah.”
”Tiba-tiba Israel ngebom,” potong Bli Ketut.
”Tepat! Dan, Amerika ikut-ikutan. Makanya, sekarang mereka minta jaminan pasti. Tapi, siapa yang mau kasih? Ganti presiden ganti kebijakan. Trump saja yang bikin kesepakatan bisa membatalkan kesepakatannya sendiri. Apalagi Israel, malah lagi siap-siap perang total.”
Semua diam. Batagor di piring mendadak terasa alot dikunyah.
AMERIKA DI ATAS ANGIN, ISRAEL TETAP NGOTOT
”Terus, kenapa Amerika tidak terima saja tawaran tiga syarat itu, Pak?” tanya Pak Kelian memecah kesunyian.
Saya menghela napas. ”Itu dia inti masalahnya. Di mata Washington, tawaran Iran ini sama sekali bukan niat baik untuk damai.”
”Lalu apa?” Bli Ketut ikut penasaran.
”Amerika menganggap tawaran itu sebagai tanda melemah. Tanda Iran sudah kehabisan napas kena sanksi bertubi-tubi. Amerika merasa sedang di atas angin. Logika mereka, buat apa kompromi dengan musuh yang dianggap sedang sempoyongan?”
Bli Made manggut-manggut. ”Oh, jadi Amerika makin besar kepala, ya.”
”Begitulah. Tapi, ironisnya, Amerika sendiri sebenarnya galau. Tujuan perang mereka tidak jelas. Coba tebak, apa targetnya. Ganti rezim? Hancurin nuklir? Atau, cuma pamer otot? Kata Senator Elissa Slotkin, tujuan kabinet Trump itu lompat-lompat kayak iklan televisi.”
”Sementara, biaya perang terus menguras kas negara. Dan, Trump malah sibuk blusukan ke Ohio dan Kentucky. Tur kampanye. Janji harga bensin turun. Padahal, di Kentucky harga bensin malah naik jadi 3,20 dolar per galon!”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: