Dua Balapan Timur Tengah Dicoret! Kalender F1 2026 Susut Jadi 22 Seri

Dua Balapan Timur Tengah Dicoret! Kalender F1 2026 Susut Jadi 22 Seri

Dari Kiri; sirkuit Bahrain dan sirkuit di Arab Saudi, yang terpaksa dibatalkan dari agenda Formula 1 musim 2026, akibat ketegangan politik di kawasan Timur Tengah. --Twitter MotorsportClick @MotorsportClicks

HARIAN DISWAY - Kejuaraan Formula 1 musim 2026 mengalami perubahan besar setelah dua balapan penting di Timur Tengah resmi dibatalkan. Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang semula dijadwalkan pada bulan April terpaksa dicoret dari kalender akibat konflik regional yang memicu gangguan perjalanan dan risiko keamanan.

Keputusan sulit ini diambil oleh manajemen F1 bersama FIA (Federation Internationale de l'Automobile), meski kedua balapan tersebut merupakan bagian penting dari kalender dan bernilai finansial besar bagi kejuaraan.

Putaran keempat dan kelima dalam kalender Formula 1 musim 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan 10–12 April dan 17–19 April di Bahrain dan Arab Saudi, resmi dibatalkan.

Formula 1 secara resmi mengonfirmasi bahwa Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi dibatalkan, akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Situasi perang yang terjadi sejak 28 Februari lalu telah menyebabkan gangguan perjalanan di seluruh kawasan, karena sejumlah negara ikut terdampak konflik. Dalam dua minggu terakhir, semakin kecil kemungkinan F1 untuk tetap menggelar rangkaian balapan ganda di Bahrain dan Arab Saudi.

Pada Grand Prix China, Crash.net mengungkapkan bahwa dua balapan di Timur Tengah resmi dibatalkan pada akhir pekan ini.

Balapan tersebut tidak akan diganti, karena kesulitan logistik yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara di sirkuit yang berbeda dalam waktu yang sangat singkat.

Artinya, musim ini akan ada jeda selama lima minggu antara Grand Prix Jepang pada akhir Maret dan Grand Prix Miami pada awal Mei. Dengan demikian, kalender balap musim 2026 akan menyusut dari 24 putaran menjadi 22.

BACA JUGA:GP China 2026: Russell Juara Sprint Race, Bertahan dari Serangan Hamilton-Leclerc

BACA JUGA:Russell Tak Tersentuh! Mercedes Kuasai Sprint Kualifikasi GP China 2026

“Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” ujar Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta para promotor kami yang luar biasa atas dukungan dan pengertian mereka. Mereka sangat menyambut untuk menyambut kami dengan energi dan semangat seperti biasanya. Kami berharap dapat kembali bersama mereka segera setelah keadaan memungkinkan," tambahnya.


Stefano Domenicali, CEO Formula 1, saat berada di sirkuit Internasional Shanghai pada GP China 2026 13-15 Maret 2026--Twitter Motorsportive @MotorsportiveHQ

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: