Arus Mudik Laut di Tanjung Perak Meningkat, Pergerakan Penumpang Tembus 11.076 Orang
Para penumpang tujuan Lembar, berjalan menuju kapal KM Kirana VII di Pelabuhan Tanjung Perak, pada Senin, 16 Maret 2026- Tri Yoga Arya-Harian Disway
Manajer Cabang Kalimas PT Pelindo Multi Terminal Ana Adiliya mengatakan Terminal Gapura Surya Nusantara diperkirakan akan melayani sekitar 287 ribu penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
“Diproyeksikan sekitar 287 ribu penumpang selama periode angkutan Lebaran,” kata Ana.
BACA JUGA:55 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Malang pada Lebaran 2024
BACA JUGA:Arus Balik Meningkat, Pemudik Surabaya Mulai Kembali ke Perantauan
Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat mencapai 273 ribu penumpang.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sebanyak 39 kapal disiapkan oleh enam operator pelayaran. Armada tersebut terdiri dari 11 kapal penumpang, 27 kapal roro, dan satu kapal perintis.

Para pemudik sedang menunggu kapal di Terminal Penumpang Surabaya VAM, pada Senin, 16 Maret 2026-Tri Yoga Arya-Harian Disway
Terminal penumpang juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, seperti auto gate, mesin x-ray, charging station, musala, toilet, ruang menyusui, area bermain anak, fasilitas difabel, hingga layanan tim kesehatan. Penumpang juga dapat memanfaatkan water station gratis serta ruang prioritas bagi lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Meski jumlah penumpang meningkat, suasana terminal pada Senin, 16 Maret 2026, tidak terlihat terlalu padat. Area pelabuhan relatif lenggang dan antrean penumpang tidak terlalu ramai.
BACA JUGA:Mudik Bareng Pertamina 2026, Dukung Program Pemerintah Hemat Energi
BACA JUGA:Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Beberapa pemudik terlihat duduk santai di ruang tunggu sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Romi Kurniawan, pemudik asal Lombok, berangkat bersama lima anggota keluarganya. Ia menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya menggunakan kereta api sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Lombok.
“Kalau naik kapal bisa menikmati perjalanan. Anak-anak juga nyaman karena ada area bermain, jadi terasa seperti liburan,” katanya.
Mahasiswi asal Lombok yang kuliah di Surabaya, Hafizah Setyanata, juga memilih pulang kampung menggunakan kapal laut karena biaya perjalanan lebih terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: