KEK Gresik Serap 30 Persen Investasi Nasional, Tembus Rp106,3 Triliun

KEK Gresik Serap 30 Persen Investasi Nasional, Tembus Rp106,3 Triliun

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menyerap Rp106,3 triliun investasi atau 30% nasional, memperkuat peran sebagai motor ekonomi dan hilirisasi industri.-Dok. KEK Gresik-

Dengan kontribusi hampir sepertiga investasi KEK nasional, kawasan ini dinilai semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menilai kondisi ekonomi makro Indonesia masih berada dalam tren positif.

“Indikator makro menunjukkan kondisi yang cukup solid. Inflasi tetap terkendali, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di atas level 53, salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, indikator lain seperti indeks keyakinan konsumen, sektor ritel, serta daya beli masyarakat juga menunjukkan tren positif, yang mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global.

BACA JUGA:Khofifah Salurkan Bansos Rp7,6 Miliar di Gresik, Perkuat Bantalan Sosial dan Ekonomi Masyarakat saat Ramadan

BACA JUGA:Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyebut kinerja KEK secara nasional juga terus meningkat.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 88.541 orang.

“Hal ini menunjukkan KEK semakin efektif sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah,” jelasnya.

Hasil kajian Prospera bersama LPEM Universitas Indonesia turut memperkuat peran strategis KEK.

BACA JUGA:Manfaat Pembangunan Kawasan JIIPE dan Smelter

BACA JUGA:Kapolda Jatim Ground Breaking Kantor Polri di Kawasan Industri dan Pelabuhan JIIPE

Wilayah dengan KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah nonKEK, dengan penyerapan tenaga kerja 52 persen lebih besar.

Bahkan untuk KEK industri, investasi asing langsung (FDI) bisa mencapai 179 persen lebih tinggi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menegaskan kontribusi KEK terhadap perekonomian daerah sangat signifikan, terutama dalam peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: