Trump Samakan Serangan AS ke Iran dengan Pearl Harbor, Singgung Jepang di Depan PM Takaichi
Saat menjamu perdana menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Oval Office pada hari Kamis, Donald Trump tidak bisa menahan diri untuk mengejek Jepang mengenai serangan tahun 1941 di Pearl Harbor selama Perang Dunia II --The Guardian
Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Pendukungnya menilai komentar tersebut sebagai respons spontan yang tajam.
Putranya, Eric Trump, bahkan memuji pernyataan itu melalui media sosial.
“Salah satu respons terbaik terhadap reporter dalam sejarah!” tulisnya.
BACA JUGA:Perang Iran dan Kompleksitas Geopolitik di Timur Tengah
BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara Saudi, Lima Pesawat Tanker AS Rusak
Namun, kritik juga bermunculan. Jurnalis Mehdi Hasan menilai pernyataan tersebut tidak pantas untuk disampaikan oleh seorang kepala negara.
“Maaf, tapi ini benar-benar lucu. Andai saja dia bukan presiden dan hanya karakter di TV. Kita bisa tertawa terbahak-bahak tanpa rasa tidak nyaman, cemas, atau malu,” tulisnya.
Ketegangan Diplomatik dan Isu Selat Hormuz
Dalam pertemuan tersebut, Trump juga menyinggung minimnya dukungan sekutu, termasuk Jepang, dalam menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah konflik Iran.
Isu ini menjadi sensitif bagi Jepang yang menganut prinsip pasifisme berdasarkan konstitusi 1947, yang membatasi keterlibatan militer di luar negeri.
Takaichi menegaskan pentingnya menjaga keamanan jalur tersebut, namun juga menjelaskan batasan yang dimiliki Jepang dalam mengerahkan Pasukan Bela Diri.
Pertemuan ini sekaligus kembali menunjukkan dinamika hubungan diplomatik antara AS dan Jepang di tengah eskalasi konflik global, serta gaya komunikasi Trump yang kerap memicu kontroversi di panggung internasional. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: