Lima Besar Premier League Bisa Lolos Liga Champions, Tapi Ada Syaratnya!
Posisi lima besar Premier League bisa lolos ke Liga Champions 2026/27 jika koefisien klub Inggris tetap unggul di peringkat UEFA berkat performa di kompetisi Eropa.-Juanma-Getty Images
HARIAN DISWAY - Finis di posisi lima besar Premier League berpotensi cukup untuk lolos ke Liga Champions musim 2026–27, tetapi semuanya masih bergantung pada performa klub-klub Inggris di kompetisi Eropa musim ini.
Aturan baru dari UEFA membuka peluang tambahan slot, namun belum sepenuhnya menjamin jatah ekstra bagi Inggris. Sejauh ini, Arsenal dan Manchester City hampir pasti mengamankan tempat di Liga Champions.
Namun, persaingan di bawah mereka jauh lebih ketat. Klub-klub seperti Manchester United, Aston Villa, Chelsea, dan Liverpool masih berebut posisi terbaik.
Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, selisih poin yang tipis membuat persaingan semakin sengit.
Tidak semua tim tersebut bisa finis di lima besar, apalagi jika pada akhirnya Premier League hanya mendapatkan empat jatah seperti biasanya. Hal inilah yang membuat setiap laga sisa musim menjadi sangat krusial.
Di atas kertas, lima besar cukup untuk lolos karena adanya tambahan slot dari UEFA. Namun, situasi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung hasil klub-klub Inggris di kompetisi Eropa. Jika performa mereka menurun, peluang mendapatkan jatah tambahan bisa hilang.
BACA JUGA:Newcastle Dibantai Barcelona 2-7, Eddie Howe Enggak Nyangka
BACA JUGA:Efektivitas PSG Hancurkan Chelsea, Ini Penjelasan Liam Rosenior
Koefisien UEFA Jadi Faktor Penentu

Eddie Howe sesalkan kesalahan individu dan hilangnya konsentrasi lini belakang Newcastle saat dilibas Barcelona 7-2 hingga tersingkir dari Liga Champions.--Getty Images
Format baru Liga Champions yang kini diikuti 36 tim menggunakan sistem “Swiss model” memberikan dua slot tambahan kepada liga dengan koefisien UEFA tertinggi.
Jika Inggris mampu bertahan di dua besar peringkat koefisien, maka lima tim Premier League akan langsung lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat ini, Inggris masih memimpin peringkat koefisien dengan keunggulan atas negara lain seperti Spain dan Germany.
Koefisien tersebut dihitung dari performa klub-klub di kompetisi Eropa dalam lima musim terakhir, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.
BACA JUGA:Guardiola Buka Suara Usai Man City Dihajar Real Madrid di Liga Champions
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated