Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Lebaran di Tanjung Perak

Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Lebaran di Tanjung Perak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Pelabuhan Tanjung Perak -Humas Pemprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu 22 Maret 2026.

 

Mereka memastikan kesiapsiagaan layanan pencarian dan pertolongan (SAR) selama arus mudik dan balik Lebaran.

 

Peninjauan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Kepala Basarnas. Yakni, memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor di titik-titik strategis mobilitas masyarakat.

 

Pelabuhan Tanjung Perak dipilih karena menjadi salah satu simpul utama pergerakan penumpang di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan, kesiapsiagaan tidak boleh setengah-setengah. 

 

BACA JUGA:Open House di Grahadi, Gubernur Khofifah Pererat Silaturahmi dan Berbagi Sembako


Gubernur Khofifah menerima penghargaan atas dukungan Pemprov Jatim pada operasi penyelamatan korban di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo-Humas Pemprov Jatim-

 

Semua unsur, mulai dari personel, peralatan hingga sistem koordinasi, harus dalam kondisi siap siaga maksimal. Terlebih, mobilitas masyarakat saat Lebaran meningkat signifikan dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko kedaruratan.

 

“Semua elemen harus siap, tidak hanya untuk merespons kejadian, tetapi juga melakukan mitigasi sejak awal. Koordinasi yang solid menjadi kunci agar potensi risiko bisa ditekan,” ujarnyi.

 

Menurutnyi, pendekatan kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Perlu diperkuat dengan langkah mitigasi dan edukasi kebencanaan yang berkelanjutan.

 

Khofifah juga menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Dia mendorong agar materi kesiapsiagaan bencana dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan secara lebih sistematis.

 

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Takbir dan Parade Bedug di Masjid Al-Akbar

BACA JUGA:Masjid Al Akbar Surabaya Gelar Salat Ied Besok, Kapasitas 60.000 Jamaah, Dihadiri Khofifah dan Gus Ipul

 

“Kesadaran harus dibangun sejak usia sekolah. Dengan begitu, budaya siaga bencana bisa tumbuh kuat di masyarakat,” katanyi.

 

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengusulkan momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang sebagai ajang penguatan edukasi kebencanaan di sekolah. Termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa SMA dan SMK.

 

“Kalau ini bisa dijalankan, Jawa Timur siap menjadi percontohan, termasuk jika peringatan Hardiknas dipusatkan di Pamekasan,” imbuhnyi.

 

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menerima penghargaan dari Basarnas RI atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.

 

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas Perkuat Ukhuwah

BACA JUGA:Khofifah Tegaskan Mudik Bersama Untuk Tekan Risiko Kecelakaan

 

Penghargaan tersebut, menurut Khofifah, merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang terlibat dalam operasi kemanusiaan.

“Ini adalah penghargaan untuk semua pihak, mukai tim SAR, relawan, tenaga medis, hingga TNI dan Polri, yang telah bekerja tanpa lelah di lapangan,” tegasnyi.

 

Dia menambahkan, peristiwa di Ponpes Al Khoziny menjadi pelajaran penting tentang urgensi penguatan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari mitigasi hingga pemulihan.

 

Pemprov Jatim, memiliki komitmen terus hadir dalam setiap tahapan penanganan bencana, tidak hanya saat tanggap darurat tetapi juga dalam proses rehabilitasi masyarakat terdampak.

 

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam berbagai operasi kemanusiaan. Ia menilai komitmen yang ditunjukkan Khofifah menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses penyelamatan.

 

“Jawa Timur memiliki kesiapan dan komitmen kuat. Ini bisa menjadi leading sector dalam pengembangan budaya keselamatan sejak dini,” ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: