SPMB Jatim 2026 Diluncurkan, Pendaftaran Dimulai 11 Juni
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Saat Acara Talenta Jatim di ACC Universitas Airlangga -Pemprov Jawa Timur -
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 resmi diluncurkan. Tahapannya kini disusun lebih sistematis agar mudah dipahami masyarakat. Sehingga seluruh proses dapat berlangsung adil dan transparan.
Tahap pertama, dimulai dengan jalur domisili SMA/SMK pada 11–15 Juni 2026. Untuk jenjang SMA, tersedia kuota jalur domisili sebesar 20 persen. Sedangkan untuk jenjang SMK tersedia kuota jalur domisili sebesar 10 persen.
BACA JUGA:SPMB Enam SMA Negeri Taruna Jatim Masuki Tahap II
BACA JUGA:Sistem SPMB Jatim Masih Perlu Evaluasi, Termasuk Soal Siswa Titipan
Tahap kedua, giliran jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba yang dilaksanakan pada 17–23 Juni 2026.
Pada tahap tersebut, kuota afirmasi untuk jenjang SMA terdiri dari Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) sebesar 13 persen, afirmasi keluarga tidak mampu 7 persen, anak buruh keluarga tidak mampu 5 persen, serta penyandang disabilitas 5 persen.
Sementara pada jalur mutasi, Dinas Pendidikan Jatim menyediakan kuota 5 persen dari daya tampung satuan pendidikan. Terbagi atas jalur mutasi tugas orang tua/wali sebanyak 3 persen dan jalur anak guru/tenaga kependidikan selain pendidik sebanyak 2 persen.
Terakhir, untuk jalur prestasi hasil lomba tersedia kuota 5 persen dari jumlah daya tampung satuan pendidikan. Terbagi atas jalur prestasi hasil lomba bidang akademik sebanyak dua persen dan jalur prestasi hasil lomba bidang nonakademik, ketua OSIS/MPK/Kepanduan, serta penghafal kitab suci sebanyak 3 persen.
BACA JUGA:Jalur Titipan Masih Marak di SPMB Jatim, Ombudsman Sebut Lewat Oknum DPR hingga LSM
BACA JUGA:Ombudsman Jatim Terima 15 Laporan Dugaan Maladministrasi SPMB 2025
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim bakal menggelar sosialisasi untuk mendukung pelaksanaan di lima titik Bakorwil pada 9–24 April 2026. Kegiatan itu mencakup wilayah Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, hingga Pamekasan. Yakni dengan total ratusan peserta dari berbagai cabang dinas pendidikan.
Selain itu, Dindik Jatim juga mendorong sosialisasi masif oleh seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur.
Tentu juga membentuk Posko SPMB 2026 guna memberikan layanan informasi, konsultasi, serta penanganan kendala selama proses pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan, posko layanan informasi dan konsultasi itu untuk membantu wali murid maupun calon murid baru apabila ada kendala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: