Luhut: Bansos Akan Diubah Jadi Bantuan Tunai Rp5,4 Juta per Orang
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bantuan sosial (bansos) kedepannya tidak akan diberikan dalam bentuk barang-disway.id/Anisha Aprilia -
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Pemerintah menyiapkan perubahan besar dalam sistem perlindungan sosial nasional.
Ke depan, bantuan sosial (bansos) tidak lagi disalurkan dalam bentuk barang, melainkan melalui transfer tunai langsung kepada masyarakat penerima manfaat.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, skema baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sekaligus memastikan subsidi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.
BACA JUGA:Bansos Bakal Lebih Tepat Sasaran? Pemerintah Uji Sistem Digital Baru di 42 Daerah Mulai Juni 2026
BACA JUGA:Bansos BPNT Mei 2026 Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Penerima lewat HP!
Menurut Luhut, hasil pengumpulan dan pengolahan data pemerintah menunjukkan nilai rata-rata bantuan yang dapat diterima masyarakat mencapai Rp5,4 juta per orang.
"Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” kata Luhut di Istana Negara, Selasa, 9 Juni 2026.
Bansos Terintegrasi dengan AI
Perubahan skema bansos tersebut akan ditopang oleh pemanfaatan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) yang digunakan untuk memetakan dan mengelompokkan data penerima bantuan secara lebih akurat.
Pemerintah menilai pemanfaatan AI akan membantu memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial sekaligus mengurangi potensi kebocoran anggaran.
BACA JUGA:Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Percepat Digitalisasi Data Penerima Bantuan
BACA JUGA:Cara Cek Penerima Bansos Tahap 2 Lewat Aplikasi Resmi Kemensos, Cukup Pakai HP
Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan sistem identitas digital tunggal atau digital single ID yang akan menjadi basis penyaluran seluruh bantuan sosial dan program transfer tunai langsung.
"Kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama kita akan punya digital single ID. Mungkin akhir tahun ini akan ada single digital single ID yang akan diberikan semua bansos atau direct cash transfer itu akan target," ungkapnya.
Pemerintah Klaim Lebih Efisien
Selain meningkatkan akurasi data penerima, sistem baru tersebut diyakini mampu menciptakan efisiensi anggaran dalam jumlah besar karena seluruh proses penyaluran dapat dipantau secara digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: