Kisah Hutan Lestari Binaan Pertamina yang Sejahterakan Masyarakat di 3 Kota
Warga desa Ulubelu, Lampung, menunjukkan produk pertanian yang mereka panen setelah mendapatkan pendampingan dari Pertamina.-Pertamina-
"Dulu, menebang pohon adalah cara instan kami untuk menyambung hidup karena ketidaktahuan. Kami terjebak dalam siklus perusakan demi sesuap nasi," kenang Wastoyo.
Titik balik terjadi saat Pertamina memperkenalkan Sekolah Hutan Lestari. Melalui pendampingan intensif kepada KUPS Margo Rukun, para mantan pemburu itu bertransformasi menjadi pembudidaya ulung.

Warga Cilacap menunjukkan tamanan mangrove untuk mencegah erosi di bibir pantai, binaan Pertamina.-Pertamina-
Mereka menanam 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) untuk menahan erosi. Juga mengubah limbah kopi menjadi pupuk berkualitas melalui unit Pertaganik Bestari.
Keberhasilan itu tercermin dari angka yang fantastis. KUPS Margo Rukun kini mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi, Bikin Block Mode Jelang Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA:Pertamina EP Sangasanga Field Gelar Graduation Day Kelas Bahasa Inggris Gratis untuk Pelajar
Produk bibit dan konsep budidaya lebah mereka bahkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan multinasional sebagai standar rehabilitasi lahan di Lampung.
Di pesisir Selatan Jawa, sebuah cerita unik lahir dari tangan dingin Wahyono di Kampung Laut, Cilacap. Di tempat yang dulunya gundul akibat pembalakan mangrove besar-besaran, Wahyono sempat dianggap "gila" oleh warga sekitar.
Itu semua karena kegigihannya menanam kembali bakau di atas lahan yang gersang dan penuh udang yang mati terserang penyakit. "Dulu semuanya gersang. Namun, saya yakin mangrove adalah 'pabrik' alami kita," ungkap Wahyono.

Hutan Lestari Pertamina berhasil menghijaukan kawasan yang mati suri.-Pertamina-
Pembibitan mandiri Wahyono mampu memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahunnya. Kawasan tersebut kini telah bermetamorfosis menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti mancanegara sebagai model pemulihan ekosistem pesisir.
"Dulu mereka bilang saya gila. Sekarang kita 'gila' bersama-sama untuk menjaga hutan demi masa depan anak cucu," ucapnya haru.
BACA JUGA:Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
BACA JUGA:Pertamina Berangkatkan 5.000 Pemudik ke 23 Kota, Siapkan 153 Bus Mudik Gratis 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: pertamina