Prabowo Buka Investasi Mineral Kritis untuk AS, Syaratnya Wajib Hilirisasi!
Presiden Prabowo buka investasi mineral kritis bagi AS dengan syarat mutlak hilirisasi dan harga pasar guna pastikan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia.--
HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah indonesia tetap terbuka terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat (AS), khususnya di sektor mineral kritis.
Namun, ia menekankan bahwa seluruh investasi yang masuk harus tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya penetapan harga pasar internasional dalam pengelolaan sumber daya alam.
Ia memastikan bahwa Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing, selama mereka mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
BACA JUGA: Prabowo Bilang Indonesia Satu-satunya Negara Bisa Renegosiasi Perjanjian Tarif Amerika Serikat
BACA JUGA: Prabowo Bantah Indonesia Kasih Setoran US$1 Miliar ke BoP
“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price,” kata Presiden dalam wawancara yang dikutip pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Selain itu, Presiden menjelaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan di Indonesia bukanlah hal baru.

BIJIH NIKEL diambil sebelum ditaruhdi truk-truk pengangkut , September 2025.-Daeng Mansur-AFP-
Ia mencontohkan keberadaan Freeport yang telah beroperasi selama sepuluh tahun dan kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi negara.
Menurutnya, izin serupa dapat diberikan kepada investor lain asalkan mereka patuh pada aturan yang ada.
BACA JUGA: Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar
BACA JUGA: Presiden Prabowo Targetkan Konversi Kendaraan Listrik Total dan Pembangunan PLTS 100 GW
“Jadi kalau dia mau ikut (aturan,Red), kita izinkan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izinkan,” tambahnya.
Meskipun bersikap terbuka, Presiden Prabowo menegaskan bahwa prinsip hilirisasi tetap menjadi syarat mutlak.
Pemerintah secara tegas melarang ekspor bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan di dalam negeri untuk memastikan Indonesia mendapat nilai tambah ekonomi yang maksimal.
“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” tegas Presiden.
BACA JUGA: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat, Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8%
BACA JUGA: RI-AS Sepakati Tarif Bea Masuk 0%, 1.819 Produk Ekspor Indonesia Bebas Bea
Menutup keterangannya, Presiden kembali mengingatkan bahwa mineral kritis merupakan komoditas strategis yang harus memberikan keuntungan ekonomi optimal bagi bangsa.
Ia menekankan bahwa poin utamanya adalah kesediaan investor untuk membayar sesuai harga pasar internasional dan komitmen untuk membangun industri pengolahan di tanah air.
“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih akses,” ujarnya.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: