Kirab Obor Mangkunegaran: Tradisi Pura Mangkunegaran dan Rakyat Surakarta Melepas Ramadan, Sambut Idulfitri
OBOR dinyalakan secara estafet dari Mas Ngabehi Purwanto ke barisan prajurit Bregodo dalam Kirab Obor Mangkunegaran pada Jumat malam, 20 Maret 2026.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
BACA JUGA:Bergiliran Berbagi Berkah, Tradisi List Takjil Tiap Rumah yang Tetap Lestari Saat Ramadan
Puncak keramaian terjadi di Pamedan Mangkunegaran. Estafet obor dari Mas Ngabehi Purwanto dilanjutkan ke Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo dan Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto.
REMAJA PUTRI SOLO meramaikan ritual dengan ikut berebut jajan dan buah-buahan dari Gunungan Tumpeng Jaburan di Pamedan Mangkunegaran.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Setelah ritual obor selesai, giliran Gunungan Tumpeng Jaburan yang diarak keluar dari pintu gerbang Pura Mangkunegaran oleh para Prajurit Bregodo. Gunungan itu berisi jajanan pasar serta buah-buahan.
Lantunan doa dipanjatkan di hadapan tumpeng raksasa yang sudah diincar warga. Begitu aba-aba terdengar, masyarakat yang berkumpul di Pamedan Mangkunegaran langsung menggeruduk gunungan tumpeng dan berebut mengambil jajan serta buah-buahan yang ada di sana. Satu orang bisa mengambil 2 hingga 5 jajanan atau buah.
“Saya selalu senang menyaksikan Kirab Obor Mangkunegaran ini. Apalagi, ini ritual rutin dan selalu ramai, mendatangkan banyak orang,” papar Khansa Nayla, 16.
BACA JUGA:Meriahnya Kirab Barongsai Sambut Cap Go Meh di Blitar, Warga Berbagi Angpau
BACA JUGA:Acara Puncak Mbangunredjo Art Festival 2025, Tampilkan Kirab Budaya, Wayang, dan Tari
Kirab Obor Mangkunegaran menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kerendahan hati dalam menyongsong Hari Kemenangan. Gunungan Tumpeng Jaburan merupakan wujud syukur yang sarat nilai berbagi dengan sesama.
Melalui ritual tahunan itu, Pura Mangkunegaran menunaikan misinya untuk memperkenalkan budaya secara terbuka kepada masyarakat. Bahkan, masyarakat bisa berpartisipasi aktif.
Itu cara untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya setempat sekaligus fondasi kuat untuk melestarikannya demi generasi mendatang. (*)
*) Mahasiswa Magang dari ITS Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: