Awasi Kemanan Surabaya Pada Libur Lebaran, Eri Cahyadi Ajak Warga Jaga Warga

Awasi Kemanan Surabaya Pada Libur Lebaran, Eri Cahyadi Ajak Warga Jaga Warga

Suasana Jalan Jagalan pada saat Hari H Lebaran 2026, Sabtu, 21 Maret 2026.-Boy Slamet -Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY-Masa libur Lebaran 2026 banyak mengubah Kota SURABAYA. Jalanan yang biasanya padat, mendadak lengang. Bagi warga yang masih tinggal di Kota Pahlawan, mereka bisa sedikit bernafas dari sesaknya SURABAYA

Fenomena penurunan aktivitas itu tertera pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Populasi Surabaya pada 2025 tercatat sebesar 3,008 juta jiwa. Menjelang Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, atau setara 30-35 persen penduduk, mudik.

"Selama dua hari libur Lebaran ini sangat sepi. Jadi, kalau mau pergi ke mana-mana enak. Bisa cepet," kata Aditya Pangestu, warga Dukuh Pakis, Surabaya, kepada Harian Disway, Minggu, 22 Maret 2026.

Tetapi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa keamanan kota tetap terjaga. Politikus PDIP itu membuat strategi yang melibatkan partisipasi aktif warga untuk menekan tingkat kriminalitas selama masa liburan Lebaran.

Eri melihat itu sebagai momen untuk memperkuat keamanan lingkungan melalui kolaborasi semua warga. Jadi, warga tak membiarkan kota rentan karena banyak yang pulang kampung.

BACA JUGA:Salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya Diikuti 50 Ribu Jamaah, Pesan Khotib: Mari Jadi Muslim Berdampak

BACA JUGA:Tembus 10.000 Pengunjung, KBS dan THP Kenjeran Masih Wisata Favorit Lebaran 2026 di Surabaya

Strategi yang digaungkan Eri adalah penerapan sistem keamanan keliling dan metode satu pintu (one gate system) di tingkat RT/RW. 

Kata Eri, langkah itu sangat cocok digunakan kota metropolitan seperti Surabaya. Dengan membatasi akses keluar masuk hanya melalui satu titik, pengawasan terhadap orang asing menjadi lebih maksimal. Potensi kejahatan seperti pencurian rumah kosong juga dapat diminimalkan. 


Suasana di sekitar Taman Apsari Surabaya saat hari kedua Lebaran 2026, Minggu, 22 Maret 2026.-Raden Khansa -Harian Disway

"Saya meminta setiap RW menggunakan satu pintu untuk akses keluar masuk supaya pengawasan bisa dilakukan secara maksimal," ujar Eri Cahyadi setelah Salat Id di Taman Surya, Sabtu pagi, 21 Maret 2026. 

Artinya, keamanan kota tak hanya bertumpu pada pihak yang berwenang. Warga juga punya kewaspadaan akan tetangga kanan-kirinya. Ëri menambahkan, warga yang mudik diwajibkan melapor kepada Ketua RW. Artinya, jurus yang dipakai adalah warga jaga warga.

Sehingga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat memetakan rumah kosong yang rawan menjadi target kejahatan. Hal itu pun menjadi kunci intelijen bagi petugas untuk melakukan patroli tepat sasaran.

BACA JUGA:Salat Idulfitri di Balai Kota Surabaya, Khotib Singgung Isu Keamanan hingga Ekonomi Warga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: