Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Aidi Faiz Romadhoni, pengelola UD. Fajar Tiana di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo. Tampak ia sedang menata plat-plat logam.-Khansa Pandya-Harian Disway

Di Sidoarjo banyak kampung khas. Ada yang masih hidup. Ada pula yang redup. Salah satu yang eksis adalah Kampung Logam Ngingas. Masyarakatnya sebagian besar bekerja di industri Logam rumahan. Di sana, setiap hari selalu sibuk. Tak pernah sepi.

Ngingas. Nama sebuah kampung di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Pada 18 Februari 2026, Harian Disway tiba di kampung tersebut. Kampung itu dikenal dengan julukan mentereng: Kampung Logam Ngingas.

Nama tersebut merupakan representasi nyata dari identitas ekonomi warga setempat. Yang sudah dibangun selama puluhan tahun. Suasana di desa itu menunjukkan aktivitas industri rumahan yang sangat sibuk. 

Di kanan-kiri kampung tersebut berjajar industri logam rumahan. Terlihat pemandangan alat-alat pemotong logam berukuran besar. Juga tumpukan plat besi yang berhimpitan langsung dengan rumah.


Suasana ruang produksi milik Aidi Faiz Romadhoni. Ia merupakan generasi kedua yang menjalankan usaha logam tersebut.-Khansa Pandya-Harian Disway

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (15): Kampung Sandal dan Sepatu Wedoro, Pasang Surut dalam Ingatan

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (14): Kampung Sepatu dan Sandal Wedoro dan Geliat yang Tersisa

Suara mesin dan dentum logam terdengar setiap hari. Itu menjadi hal biasa di kawasan tersebut. Ada sebuah workshop yang cukup mencolok. Dengan pagar besi besar berwarna biru terang. Yakni UD. Fajar Tiana.

Memasuki area bengkel yang luas itu, tampak deretan stok material plat besi tersusun rapi. Berjajar hingga ujung ruangan. Di ujung tersebut, terdapat sebuah rumah yang menyatu dengan area kerja. 

Itu menciptakan batas fisik yang tipis antara kehidupan pribadi dan urusan produksi. Pemandangan tipikal sebuah industri rumahan. Di depan teras rumah itu seorang pria sedang duduk menikmati suasana siang. 

Ia adalah Aidi Faiz Romadhoni, biasa dipanggil Faiz. Ia merupakan generasi kedua penerus usaha orang tuanya.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (13): Identitas Kampung Sepatu dan Sandal Wedoro Pudar Digerus Barang Impor

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Harian Disway dipersilakan masuk ke dalam ruang tamu. Lantas berbincang tentang ekosistem logam di kampung itu.

Faiz berkisah tentang usaha logamnya yang telah eksis sejak lama. Bermula dari ayahnya, alm. Jakfar Adenan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway