Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Aidi Faiz Romadhoni, pengelola UD. Fajar Tiana di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo. Tampak ia sedang menata plat-plat logam.-Khansa Pandya-Harian Disway

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (7): Kampung Tas Tanggulangin, Eksis Meski Terhimpit

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (6): Kampung Tas Tanggulangin, INTAKO jadi Satu-satunya Tumpuan


Aidi Faiz Romadhoni, pengusaha logam di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo. Regenerasi di kampung ikonik tersebut masih berlanjut hingga saat ini.-Khansa Pandya-Harian Disway

Mulai dari boks mesin bahan bakar minyak hingga sangkar burung lovebird atau kenari. Keberadaan unit usaha distributor tersebut menutup celah kebutuhan material sebuah industri rumahan. Sekaligus mengembangkan eksistensi identitas kampung sebagai kerjinan logam mandiri.

Masa depan industri rumahan di situ pun terletak pada keterbukaan ilmu. Juga keberanian generasi penerus untuk terjun ke lapangan.

“Ada regenerasi. Dari orang satu mengajarkan usaha kerajinannya ke orang baru. Tidak harus turun-temurun satu keluarga,” ujarnya.

Baginya, yang penting adalah adanya kemauan untuk belajar dari para pemuda. Sebagai penerus, ia tidak sekadar mewarisi usaha.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (5): Kampung Batik Jetis Tunggu Waktu Menuju Punah

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (4): Kampung Batik Jetis, Hidup Segan Mati Enggan

Tetapi juga tanggung jawab moral. Khususnya dalam menjaga ekosisten ekonomi di desa itu hingga masa mendatang. (*)

*Industri logam membentuk jati diri, baca besok...

*) Peserta maganghub Kemnaker RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway