Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (16): Kampung Logam Ngingas dan Regenerasi yang Tetap Berlanjut

Aidi Faiz Romadhoni, pengelola UD. Fajar Tiana di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo. Tampak ia sedang menata plat-plat logam.-Khansa Pandya-Harian Disway

Ia merupakan perintis bisnis logam dari kawasan Dupak, Surabaya. Seiring berjalannya waktu, Jakfar memutuskan untuk memperluas pusat operasional. Dari kawasan Surabaya pusat ke Desa Ngingas pada 2002. 

Langkah tersebut didasari oleh visinya dalam memperkuat ekosistem bisnis. "Sebagai pelaku usaha di bidang penyedia bahan baku, ayah saya bermaksud untuk mendekati langsung sentra para pengrajin logam," ujar Faiz.


Penanda Kampung Logam Ngingas di Kecamatan Waru, Sidoarjo. Seperti namanya, warga setempat banyak yang berprofesi sebagai pengusaha atau perajin logam.-Khansa Pandya-Harian Disway

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (11): Kampung Topi Punggul Kekurangan Tenaga Penjahit

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (10): Kampung Topi Punggul, UMKM Jadi Pilar Ekonomi Desa

Saat itu, Ngingas memang sudah cukup dikenal luas. Sebagai kampung industri rumahan logam yang masif.

Ia menempatkan gudang material langsung di jantung kerja para perajin. Dengan begitu, rantai logistik dapat dipangkas secara efektif.

Kini, Faiz yang memegang tanggung jawab dalam menjaga estafet usaha distribusi plat besi itu. "Sudah lima tahun saya melanjutkan bisnis keluarga," kata pria 33 tahun itu.

Di dalam bengkelnya yang luas itu, tampak lembaran-lembaran logam mentah. Itu semua akan diproses sesuai pesanan.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (9): Kampung Tas Tanggulangin Sepi di Etalase, Ramai di Produksi

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (8): Kampung Tas Tanggulangin, Perajin Tak Cukup Andalkan Jahitan

“Home industry logam kan pasti butuh bahan plat-plat. Belinya disini,” tambahnya. Distributor stok bahan baku melimpah di kampung itu. Hal tersebut memberikan keuntungan efisiensi waktu bagi para pelaku usaha lokal.

Di tengah gempuran barang impor yang semakin masif, sektor perlogaman masih maju. Berbeda dengan industri yang tersaingi oleh produk luar negeri, logam memiliki proteksi alami pada bobotnya yang berat. 

Biaya pengiriman internasional untuk material logam sering kali membuat harga produk impor menjadi kurang kompetitif dibandingkan produksi lokal. Jangkauan distribusinya telah menjangkau luar Sidoarjo. 

Selain melayani kebutuhan lokal, plat besi dari toko itu dikirim hingga ke luar pulau. Seperti Bali dan Kalimantan. Dimulai dari distributor plat besi, jangkauan usaha milik Faiz bertransformasi menjadi berbagai produk. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway