Mo Salah Tinggalkan Liverpool Sebelum Kontraknya Habis, Apa yang Terjadi?
Konflik internal dengan Arne Slot dan penurunan performa musim ini memicu Mo Salah hengkang dari Liverpool lebih awal menuju MLS atau Liga Arab Saudi.--Getty Images
Sayangnya, realita di lapangan jauh dari harapan. Liverpool justru terseok-seok, dan Salah merasa dirinya dijadikan kambing hitam atas segala kegagalan tim.
Padahal, rekrutan baru seperti Wirtz dan Isak juga lambat beradaptasi. Belum lagi deretan blunder fatal dari lini belakang (seperti Ibrahima Konate), dan kebiasaan tim kehilangan fokus di menit-menit akhir.
Puncak ketegangan terjadi pada Desember. Saat Arne Slot mencadangkan Mohamed Salah beberapa kali demi mencari taktik baru.
BACA JUGA:Masa Depan Mohamed Salah: Bertahan di Liverpool atau Hijrah ke Saudi?
BACA JUGA:Liverpool Optimis Bisa Perpanjang Kontrak Mohamed Salah dan Van Dijk
Merasa tidak dihargai setelah sembilan tahun memberikan segalanya, Salah sempat melontarkan kritik keras dan merasa dirinya "dijadikan tumbal" oleh klub.
Mereka memang akhirnya berdamai. Salah kembali dimainkan. Performa sang juara bertahan tak kunjung membaik dan kini harus terombang-ambing di peringkat kelima klasemen.
Penurunan Performa dan Godaan Klub Baru

Merasa jadi kambing hitam di tengah keterpurukan Liverpool, Mo Salah pilih akhiri kontrak lebih cepat setelah tekanan fans dan godaan klub luar negeri.-Alex Pantling-Getty Images
Di luar masalah internal, performa Salah di atas lapangan musim ini memang menurun drastis. Ia terlihat seperti kehilangan sentuhan magisnya.
Dari 34 penampilannya di musim 2025-2026, ia baru sanggup menyarangkan 10 gol—sebuah tren yang mengarah pada catatan gol terburuk selama kariernya di Liverpool. Hal ini membuat Salah kehabisan alasan untuk membela diri.
BACA JUGA:Masa Depan Mo Salah di Liverpool Belum Pasti, Al-Ittihad Mulai Negosiasi
BACA JUGA:Arne Slot Tegaskan Liverpool Sudah Move On dari Drama Mo Salah
Situasi makin diperparah oleh tekanan suporter. Para fans yang dulunya memuja Salah kini mulai berbalik mengkritiknya.
Publik Anfield bahkan mulai mendesak agar posisinya digantikan oleh bintang muda potensial, Rio Ngumoha, demi memberikan napas segar di lini serang tim.
Perlahan tapi pasti, Salah mulai terlihat seperti sosok antagonis di mata pandit dan penggemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated