Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Pastikan Keselamatan Warga

Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Pastikan Keselamatan Warga

Gubernur Khofifah membagikan bantuan kepada warga korban banjir-Humas Pemprov Jatim-

PASURUAN, HARIAN DISWAYGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten PASURUAN, Kamis, 26 Maret 2026. Dia memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah tersebut.

Di lokasi, Khofifah menyusuri area terdampak menggunakan perahu untuk menjangkau permukiman yang sulit diakses kendaraan darat. Dia juga membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga yang terdampak, termasuk mereka yang terpaksa mengungsi akibat tingginya genangan air.

Khofifah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama seluruh jajaran terus bersiaga dan berkoordinasi agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kami terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir,” ujarnyi.

BACA JUGA:22 Tahun Tagana Mengabdi, Khofifah Tekankan Sinergi Sebagai Kunci Ketangguhan Bencana


Gubernur Khofifah meminta tim memprioritaskan keselamatan warga-Humas Pemprov Jatim-

Pemprov Jatim melalui BPBD bersama BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan berbagai langkah penanganan. Mulai dari asesmen lapangan, distribusi logistik, penyediaan tenda pengungsian, hingga pengerahan perahu untuk membantu mobilitas warga.

Menurut Khofifah, banjir dipicu tingginya intensitas hujan serta meluapnya anak-anak sungai di kawasan tersebut. Kondisi geografis yang berupa dataran rendah membuat air mudah menggenang dan sulit surut.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu telah menyiapkan sepuluh unit pompa air untuk mempercepat pengurangan genangan. Enam unit dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, sisanya dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. 

BACA JUGA:Khofifah Tutup Riyayan Lebaran Bersama 250 Ojol, Tegaskan Kepedulian untuk Pekerja Informal

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Tekankan Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender di Hari Air Sedunia

Namun, pemompaan belum bisa dilakukan secara maksimal saat puncak banjir. “Ketinggian air sungai dan daratan hampir sama, sehingga pemompaan harus menunggu air sungai surut agar efektif,” jelasnyi.

Khofifah menambahkan, persoalan banjir di wilayah Rejoso merupakan masalah tahunan. Butuh solusi jangka panjang. 

Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah normalisasi anak. Itu dilakukan agar alirannya lebih lancar dan dapat terkanalisasi dengan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: