22 Tahun Tagana Mengabdi, Khofifah Tekankan Sinergi Sebagai Kunci Ketangguhan Bencana

22 Tahun Tagana Mengabdi, Khofifah Tekankan Sinergi Sebagai Kunci Ketangguhan Bencana

Gubernur Khofifah menyebut peran Tagana mulai mendirikan tenda pengungsian, mengelola dapur umum, hingga membantu proses evakuasi pasca bencana-Humas Pemprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAYGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketangguhan menghadapi bencana. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga bencana (Tagana), Selasa 24 Maret 2026.

Tema HUT Tagana adalah 22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri. Menurut Khofifah, tema tersebut menjadi momentum refleksi atas peran strategis Tagana.

Dia menambahkan, Tagana telah menjelma menjadi garda terdepan dalam setiap fase kebencanaan. Tagana hadir menjadi penguat moral bagi masyarakat terdampak.

“Selama 22 tahun, Tagana hadir di garis terdepan. Mereka bukan sekadar relawan, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnyi.

Di lapangan, lanjutnyi, peran Tagana sangat nyata. Mulai dari mendirikan tenda pengungsian, mengelola dapur umum, hingga membantu proses evakuasi serta pemulihan sosial pasca bencana. 

BACA JUGA:Khofifah Tutup Riyayan Lebaran Bersama 250 Ojol, Tegaskan Kepedulian untuk Pekerja Informal


Khofifah menilai, kekuatan utama Tagana terletak pada pada nilai keikhlasan dan ketulusan dalam melayani-Humas Pemprov Jatim-

Dalam situasi krisis, kehadiran Tagana menjadi simbol harapan bagi para korban.

“Di tengah bencana, Tagana sigap. Di setiap dapur umum, di setiap proses evakuasi hingga pemulihan sosial, mereka selalu hadir,” tegasnyi.

Khofifah menilai, kekuatan utama Tagana terletak pada pada nilai keikhlasan dan ketulusan dalam melayani. Semangat kemanusiaan yang dimiliki para relawan menjadi fondasi penting dalam memberikan bantuan tanpa mengenal lelah.

Gubernur perempuan pertama di jawa Timur itu menekankan ketangguhan dalam menghadapi bencana tidak dapat dibangun secara parsial. Perlu kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Tekankan Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender di Hari Air Sedunia

BACA JUGA:Open House di Grahadi, Gubernur Khofifah Pererat Silaturahmi dan Berbagi Sembako

“Ketangguhan negeri tidak dibangun sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat, berkelanjutan, dan saling menguatkan. Inilah yang terus dijaga oleh Tagana,” katanyi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: